KEPULAUAN RIAU — Mario Aji mengaku kejadian itu berlangsung saat dirinya mengandalkan aplikasi navigasi Waze. Biasanya, aplikasi tersebut menampilkan peringatan kamera tilang, batas kecepatan, hingga posisi polisi. Namun, kali ini aplikasi tak menunjukkan satu pun penanda.
"Kan kita mau berangkat latihan dari Barcelona ke Mora, itu jaraknya 2,5 jam. Veda tidur. Saya pakai aplikasi Waze. Kan ada biasanya indikator, kamera di mana, speed limit di mana, terus polisi tracking di mana, itu ada. Saat itu ga ada sama sekali, speed limit 80 tapi saya jalan 120," ujar Mario saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/7).
Mario menceritakan, polisi mencegat mobilnya tepat sebelum sebuah jembatan. Ia sempat mengira akan menjalani tes alkohol, prosedur yang kerap ia alami di Eropa. Ternyata, pelanggaran kali ini soal batas kecepatan.
"Tiba-tiba sebelum jembatan ada polisi cegat gitu, waduh. Ya saya kan sering tes alkohol segala macem kan sering, ini kena tilang speed limit. 50 km per jam apa ya kelebihannya. Ditilang langsung bayar di tempat itu kalau dirupiahkan Rp3,5 juta," lanjutnya.
Veda Ega Pratama baru tersadar saat mobil berhenti. "Saya juga baru bangun. Loh kok disetop?" timpal Veda.
Di Eropa, Mario mengaku lebih sering memegang kemudi dibandingkan di Indonesia. Ia bercanda bahwa dirinya adalah sopir pribadi Veda. Setiap pagi, ia harus membangunkan Veda lalu menyetir ke tempat latihan.
"Ya jarang sih, saya lebih sering nyetir di Eropa malah daripada di Indonesia. Saya jadi sopir pribadinya Veda. Jadi pagi berangkat latihan, 'hei bangun' ayo berangkat. Terus nyetir. Dia di dalam mobil tidur, saya sendirian nyanyi," kata Mario sambil memperagakan gerakan membangunkan Veda.
Veda tak menampik. Ia memilih tidur lantaran tak bisa menyetir di sana. "Kadang kasihan, habis latihan itu kan capek ya. Kalau saya bisa tidur, Mas Mario yang nyetir. Tapi ya gimana lagi saya ga bisa nyetir di sana. Bisanya tidur," ujar Veda.
Meski ikut menumpang dalam perjalanan tersebut, Veda tidak patungan membayar denda Rp3,5 juta. Saat ditanya apakah rekannya menyumbang, jawaban Mario singkat. "Enggak," kata Mario.
Mario mengemudi di Eropa berbekal Surat Izin Mengemudi (SIM) internasional. Ia mengaku sudah memiliki SIM A dan C untuk Indonesia. Perjalanan latihan berdua tanpa pendamping sudah menjadi rutinitas mereka. Veda saat ini menjalani musim perdananya di Moto3 bersama Honda Team Asia, sementara Mario memasuki musim ketiga di Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia.