BATAM — Pemerintah Kota Batam memastikan forum silaturahmi antara wali kota dan tokoh masyarakat akan digelar secara berkala setiap tiga bulan. Amsakar menyebut forum ini bukan sekadar ajang pertemuan, melainkan wadah untuk meluruskan persepsi yang keliru di masyarakat sekaligus mempererat hubungan yang selama ini terasa renggang.
“Silaturahmi ini sengaja kita jadwalkan setiap tiga bulan. Tujuannya agar pemerintah dan masyarakat terjalin komunikasi yang sinergis, membetulkan persepsi yang kemarin salah, meluruskan pandangan yang bengkok, dan mendekatkan hubungan yang selama ini terasa jauh,” ujar Amsakar dalam sambutannya.
Salah satu isu yang mengemuka dalam dialog adalah permintaan akses pendidikan. Ketua RW 02 Kelurahan Tanjung Buntung, Adi Khuswoyo, mengapresiasi dukungan Pemkot Batam dalam penyediaan lahan untuk pembangunan SMK Negeri 13. Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut menjadi harapan baru bagi generasi muda setempat untuk memperluas akses pendidikan menengah kejuruan.
Menanggapi hal itu, Amsakar menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Ia mengaku telah mengalokasikan dua bidang lahan untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Insyaallah, kalau soal pendidikan saya berdiri paling depan. Saya memberikan atensi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.
Dalam sesi yang sama, Adi juga mengusulkan adanya mekanisme pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam secara kolektif. Skema yang lebih mudah dan terjangkau dinilai dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempermudah proses administrasi pertanahan.
Amsakar merespons usulan tersebut dengan menjelaskan bahwa pemerintah saat ini terus mengembangkan layanan jemput bola. Pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat ini diharapkan membuat proses administrasi pertanahan, termasuk pembayaran UWT, berlangsung lebih cepat, mudah, dan efisien.
Di luar dialog, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Batam melampaui rata-rata nasional, sementara realisasi investasi mencapai Rp69,5 triliun—melampaui target awal Rp60 triliun.
Indikator sosial juga menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam masuk kategori sangat tinggi dan menempati peringkat kelima terbaik di Pulau Sumatera.
“Semua capaian ini tidak mungkin diraih pemerintah sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat yang terus mendukung setiap kebijakan pemerintah,” kata Amsakar.