BATAM — Industri pusat data di Batam terus menunjukkan akselerasi signifikan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan tahunan mencapai 22 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang sekitar 19 persen.
“Ini sektor yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju target delapan persen,” kata Airlangga di Batam, Senin.
Pernyataan itu disampaikan usai peresmian Nongsa Changi Cable (NCC), kabel bawah laut internasional yang menghubungkan Batam dan Singapura. Infrastruktur ini diharapkan memperkuat konektivitas digital kedua negara.
Kawasan Nongsa Digital Park Jadi Magnet Investasi
Menurut Airlangga, Batam kian berkembang sebagai gerbang digital Indonesia. Salah satu pendorong utamanya adalah kawasan Nongsa Digital Park (NDP) yang terus menarik investasi pusat data kelas dunia.
“Fasilitas BW Digital di NDP memiliki kapasitas hingga 120 megawatt (MW). Ada juga perusahaan asal Singapura, DayOne, yang mengembangkan pusat data hyperscale berkapasitas 450 MW,” ujarnya.
Tidak hanya itu, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, juga telah memilih Batam sebagai lokasi pengembangan Cloud Region di kawasan yang sama.
Konektivitas Digital Jadi Kunci di Era Kecerdasan Buatan
Airlangga menjelaskan bahwa dunia kini memasuki era baru yang ditandai dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI. Kondisi ini menuntut konektivitas digital berkecepatan tinggi dan kapasitas pusat data yang besar.
“Di era AI, manusia dan mesin maupun antarmesin membutuhkan koneksi digital yang cepat. Transformasi digital harus didukung infrastruktur yang memadai,” katanya.
Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam ekonomi digital. Jumlah pengguna internet mencapai 235,26 juta orang, dengan pelanggan broadband sekitar 99,5 juta. Indonesia juga menjadi pasar potensial kecerdasan buatan terbesar keempat di Asia setelah China, India, dan Jepang.
Pemerintah Siapkan Pasokan Energi untuk Infrastruktur Digital
Untuk mendukung pertumbuhan industri data center, pemerintah terus memperkuat pasokan energi melalui pengembangan bauran energi. Infrastruktur digital membutuhkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Indonesia mengembangkan energi dan bauran energi untuk memasok kebutuhan tersebut, seperti energi geotermal di Sumatera dan tenaga surya di Batam,” jelas Airlangga.
Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini menjadi bagian dari agenda kerja sama Indonesia dan Singapura.