BATAM — Peringatan dini cuaca ini dipicu oleh adanya belokan angin atau shearline serta tingginya kelembapan udara atmosfer di sekitar wilayah Kepulauan Riau. BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer tersebut menyebabkan ketersediaan uap air tinggi, yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
BMKG secara spesifik mengimbau masyarakat di sejumlah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan. Wilayah yang dimaksud meliputi Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Natuna.
Potensi hujan dengan akumulasi curah hujan harian mencapai kategori sedang, yakni 20 hingga 50 milimeter per hari, diperkirakan dapat terjadi. Kondisi ini berpotensi disertai sambaran petir atau kilat serta hembusan angin kencang yang perlu diantisipasi.
Dalam laporan yang dikutip pada Kamis, BMKG menyebutkan bahwa fenomena belokan angin atau shearline menjadi salah satu pemicu utama. Kelembapan udara atmosfer yang cukup tinggi di sekitar Kepulauan Riau turut memperkuat potensi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.
Kondisi ini lazim terjadi di wilayah tropis seperti Kepulauan Riau saat terdapat pertemuan massa udara yang membawa uap air dalam jumlah besar. Akumulasi uap air kemudian membentuk awan Cumulonimbus yang dapat memicu hujan lebat dalam waktu singkat.
BMKG mengingatkan warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk waspada terhadap pohon tumbang dan baliho yang mungkin roboh akibat angin kencang. Pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, diminta berhati-hati saat melintasi jalan licin atau tergenang air.
Bagi nelayan dan operator transportasi laut, potensi angin kencang dan petir perlu menjadi pertimbangan sebelum melaut. Masyarakat juga disarankan untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.