Pertamina Akan Kelola Sampah TPA Sarimukti Jawa Barat Jadi Hidrogen dan Biofuel

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:39:31 WIB
Pertamina akan mengelola sampah TPA Sarimukti, Jawa Barat, menjadi hidrogen dan biofuel.

KEPULAUAN RIAU — Pertamina tidak bekerja sendirian dalam proyek ini. Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, mengatakan seluruh lini bisnis grup akan dilibatkan. Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas mendapat peran masing-masing, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, pembangunan infrastruktur, sampai distribusi dan komersialisasi produk energi.

"Program ini akan dikerjakan bersama Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas. Masing-masing memiliki peran dan tanggung jawab mulai dari penyediaan feedstock, pengolahan, pembangunan infrastruktur, hingga distribusi dan komersialisasi produk energi," katanya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Rabu (30/7).

Dari Gunungan Sampah Menjadi Sumber Energi

TPA Sarimukti selama ini dikenal sebagai lokasi pembuangan akhir utama untuk sampah dari Kota Bandung dan sekitarnya. Volume sampah yang masuk setiap harinya mencapai ratusan ton, menciptakan tumpukan yang kerap memicu persoalan lingkungan. Kini, lokasi tersebut disiapkan menjadi sumber energi alternatif.

Prosesnya berlapis. Sampah yang tertimbun menghasilkan gas metana secara alami. Gas ini akan ditangkap, lalu dimurnikan menjadi biomethane. Tahap berikutnya, biomethane diproses menjadi hidrogen rendah karbon yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan industri maupun transportasi.

Emma menyebut proyek ini bagian dari pengembangan ekosistem waste to energy yang ingin dibangun Pertamina secara utuh. "Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, salah satunya pengelolaan sampah di kawasan TPA Sarimukti. Sampah yang diolah nantinya akan menghasilkan biogas, kemudian dikembangkan menjadi hidrogen dan biomethane," ujarnya.

Rantai Nilai Energi Bersih dari Hulu ke Hilir

Yang menarik dari kerja sama ini bukan sekadar teknologi pengolahannya, melainkan bagaimana Pertamina merancang rantai nilainya. Hidrogen yang dihasilkan tidak akan berhenti di tahap produksi. Perusahaan menyiapkan infrastruktur distribusi dan mencari pasar untuk produk turunannya.

Dengan begitu, ekosistem hidrogen yang selama ini kerap hanya dibahas di atas kertas mulai punya bentuk konkret di lapangan. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang dijadikan percontohan, mengingat kebutuhan energinya besar dan masalah sampahnya krusial.

Kesepakatan ini sebenarnya mencakup area yang lebih luas dari sekadar pengolahan sampah. Di dalam nota kesepahaman tersebut, Pertamina dan Pemprov Jawa Barat juga membuka peluang kolaborasi di bidang pengembangan energi baru dan terbarukan lain, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

Menyambut Target Bauran Energi Nasional

Langkah Pertamina ini sejalan dengan target pemerintah yang ingin meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional. Hidrogen rendah karbon dianggap salah satu energi masa depan yang bisa menggantikan bahan bakar fosil, terutama untuk sektor industri berat dan transportasi jarak jauh.

Meski teknologinya masih tergolong baru di Indonesia, proyek di Sarimukti bisa menjadi batu loncatan. Jika berhasil, model pengolahan sampah menjadi hidrogen ini berpotensi direplikasi di daerah lain yang menghadapi persoalan sampah serupa.

Bagi warga Jawa Barat, manfaat yang paling terasa mungkin bukan hanya pasokan energi bersih, tapi juga berkurangnya gunungan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan. Pertamina sendiri belum merinci target kapasitas produksi maupun jadwal operasional proyek tersebut.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top