NATUNA — Pelatihan penyusunan perangkat ajar berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi guru PAI SMP se-Kabupaten Natuna berlangsung di SMP Negeri 3 Bunguran Timur. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru PAI, termasuk mereka yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
Skema pelatihan sengaja dirancang hybrid, memadukan pertemuan luring di Bunguran Timur dengan partisipasi daring. Langkah ini ditempuh untuk mengakomodasi guru yang bertugas di berbagai pulau di Natuna sehingga akses terhadap materi pelatihan tetap setara.
Para peserta dibekali materi seputar konsep dasar AI Prompting, teknik menyusun prompt yang efektif, hingga pemanfaatan AI untuk merancang modul ajar, tujuan pembelajaran, asesmen, dan media pembelajaran. Sesi praktik langsung juga digelar agar guru mampu menghasilkan perangkat ajar yang siap diterapkan di sekolah masing-masing.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Baik peserta luring maupun daring tampak aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman soal strategi pemanfaatan AI untuk menunjang tugas profesional mereka.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, H. Subadi, menegaskan bahwa perkembangan teknologi adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Menurutnya, guru dan seluruh warga sekolah dituntut beradaptasi agar pendidikan tetap relevan dengan zaman.
"Pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, harus dipandang sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama maupun pembentukan karakter peserta didik," ujar H. Subadi dalam sambutannya.
Sementara itu, Pengawas Pendidikan Agama Islam Kabupaten Natuna, Hj. Siti Musrifah, yang bertindak sebagai narasumber menjelaskan bahwa AI bukanlah pengganti guru. Ia menilai kecerdasan buatan hanyalah alat bantu yang mampu mempercepat dan mempermudah penyusunan perangkat ajar apabila digunakan dengan teknik prompting yang tepat.
Menurutnya, kemampuan menyusun prompt yang efektif kini menjadi kompetensi baru yang wajib dikuasai pendidik di era digital. Hal ini penting agar guru mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Sekretaris Dinas Pendidikan Nasria menyampaikan bahwa dunia pendidikan harus berjalan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru diharapkan terbuka terhadap inovasi dan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif serta berpusat pada peserta didik.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung transformasi digital pendidikan di Natuna sekaligus memperkuat kapasitas guru sebagai agen perubahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.