BATAM — Penghargaan dari Fortune Indonesia ini bukan sekadar sertifikat. Di baliknya ada pergeseran besar: Batam tak lagi hanya bergantung pada manufaktur, tetapi mulai menjelma menjadi pusat ekonomi digital regional.
Data BP Batam menunjukkan realisasi investasi 2025 menembus Rp 69,30 triliun, meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 6,76 persen, melampaui rata-rata nasional.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga tercatat di angka 83,80. Capaian ini dinilai menjadi modal penting untuk menarik investasi berkelanjutan yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyebut penghargaan ini lahir dari sinergi menjaga iklim investasi yang kompetitif. Menurutnya, upaya pembangunan dan perbaikan pelayanan telah memberikan hasil positif.
Investasi baru kini mengalir ke sektor pusat data, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan layanan digital bernilai tambah tinggi. Kehadiran KEK Nongsa Digital Park memperkuat ekosistem ini dengan menjadikan Batam sebagai execution hub untuk pasar regional hingga global.
Amsakar memastikan institusinya terus memperkuat infrastruktur, mempercepat transformasi digital, dan memberikan kepastian hukum bagi investor. Langkah ini diambil agar tren positif tidak berhenti di tengah jalan.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai penghargaan ini memperkuat optimisme terhadap prospek investasi Batam ke depan.
“BP Batam akan terus menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan responsif,” katanya.
Li Claudia berharap investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperluas manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Transformasi Batam menuju pusat industri akan terus menjadi prioritas,” pungkasnya.