NATUNA — Satu-satunya lulusan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 32 Natuna kini mendapat jaminan pembiayaan penuh dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Tidak hanya uang kuliah, kebutuhan hidup selama masa pendidikan juga ditanggung oleh negara.
Kepala SRT 32 Natuna Bumiselan mengatakan, para tamatan yang ingin kuliah tinggal mendaftar mengikuti seleksi masuk ke kampus-kampus yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Salah satu perguruan tinggi yang terhubung dengan program ini adalah Universitas Ary Ginanjar (UAG).
Bumiselan menjelaskan bahwa pilihan kampus tidak ditentukan sepihak oleh pemerintah. Siswa diberikan keleluasaan untuk memilih perguruan tinggi yang tersedia, sementara seluruh pembiayaan operasional disiapkan oleh Kemensos.
"Biayanya ditanggung, termasuk biaya kehidupan. Untuk kampus, pilihannya diserahkan kepada mahasiswa karena banyak kampus yang sudah disiapkan," ujarnya di Natuna, Kamis.
Bagi tamatan yang memilih tidak melanjutkan studi, pemerintah tidak melepas begitu saja. Mereka akan diarahkan untuk masuk ke pasar kerja, namun sebelumnya wajib mengikuti pelatihan keterampilan terlebih dahulu.
Pelatihan ini dirancang agar kompetensi yang dimiliki para lulusan sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja saat ini. Langkah ini menjadi jalur kedua bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk tetap mandiri secara ekonomi.
Keseriusan pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan sebenarnya sudah terlihat sejak siswa pertama kali menginjakkan kaki di SRT 32 Natuna. Selama menempuh pendidikan, seluruh kebutuhan pokok peserta didik disiapkan negara, mulai dari pakaian, kebutuhan harian, hingga makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Selain akademik, para siswa juga mendapat pembinaan karakter yang menekankan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta sikap positif dalam keseharian. Menurut Bumiselan, bekal non-akademik ini sama pentingnya dengan nilai rapor agar lulusan mampu bersaing dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
"Harapannya anak-anak ini memiliki bekal yang cukup, tidak hanya secara akademik, tetapi juga karakter, sehingga mampu bersaing dan mengubah kondisi keluarganya ke arah yang lebih baik," katanya.
Program Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memutus siklus kemiskinan antargenerasi dengan menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Natuna.