KARIMUN — Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian hutan di daerah kepulauan ini tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama, karena sebagian besar aktivitas yang berdampak pada lingkungan justru terjadi di tengah kehidupan sehari-hari warga.
“Hutan adalah bagian penting dari kehidupan kita. Karena itu, menjaga dan memulihkan hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kondisi lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya, Jumat (7/8).
Pesan yang diusung dalam peringatan tahun ini dinilai memiliki relevansi kuat bagi Kabupaten Karimun. Sebagai daerah kepulauan dengan kawasan pesisir yang luas, hutan dan ekosistem alam memegang peranan vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta menopang keberlanjutan hidup masyarakat setempat.
Fungsi hutan sebagai penyedia udara bersih, sumber air, habitat satwa, hingga benteng alami ekosistem menjadi alasan utama mengapa perlindungannya tidak bisa ditawar. Karena itu, pemahaman publik mengenai peran strategis hutan ini perlu terus dirawat dan diperkuat.
Iskandarsyah mendorong masyarakat untuk mengambil bagian dalam berbagai gerakan pelestarian lingkungan. Beberapa langkah konkret yang bisa dimulai dari lingkungan terdekat antara lain:
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga hutan berarti menjaga air, udara, tanah, keanekaragaman hayati dan pada akhirnya menjaga kehidupan manusia itu sendiri. Karena itu, mari kita mulai dari lingkungan terdekat dengan tindakan sederhana tetapi konsisten,” katanya.
Menurut Bupati, kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi yang terus digenjot tidak boleh mengabaikan keberlanjutan sumber daya alam, agar pembangunan tidak meninggalkan beban ekologis bagi generasi mendatang.
Prinsip pembangunan berkelanjutan ini menjadi arah yang ingin ditanamkan di Karimun. Keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan dinilai sebagai syarat mutlak agar kemajuan daerah tidak merusak fondasi kehidupan jangka panjang.
Semangat "Pulihkan Hutan, Pulihkan Kehidupan" diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama dari Karimun. Dengan hutan yang lestari dan lingkungan yang terjaga, generasi mendatang dapat menikmati kehidupan yang lebih sehat dan berkelanjutan.