Waskita Karya Masih Rugi Rp1,92 Triliun, Kimia Farma dan Krakatau Steel Berhasil Balik ke Laba

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:41:31 WIB
Waskita Karya mencatatkan rugi bersih Rp1,92 triliun pada semester I 2026 akibat beban pendanaan dan restrukturisasi yang berlanjut.

KEPULAUAN RIAU — Laporan keuangan semester I 2026 yang dirilis pekan lalu mengungkap peta kinerja emiten pelat merah yang timpang. Di sektor konstruksi, tiga perusahaan masih berjibaku dengan beban utang dan turunnya permintaan proyek baru. Sebaliknya, sektor farmasi dan baja justru menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat.

Kerugian Rp1,92 Triliun dan Beban Restrukturisasi Waskita

PT Waskita Karya (Persero) Tbk masih menjadi penyumbang kerugian terbesar di antara emiten BUMN lainnya. Perusahaan pelat merah ini membukukan rugi bersih Rp1,92 triliun sepanjang semester I 2026.

Angka ini sebenarnya sedikit membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, tekanan dari beban pendanaan dan sisa utang konsolidasi masih membayangi kinerja kontraktor pelat merah ini. Proses restrukturisasi yang berlangsung sejak beberapa tahun terakhir juga belum sepenuhnya meredakan beban keuangan perseroan.

Nasib serupa dialami anak usaha Waskita, PT Waskita Beton Precast Tbk. Kerugian emiten bersandi WSBP ini justru melebar sekitar 20 persen secara tahunan akibat penurunan volume permintaan proyek konstruksi baru. Di sisi lain, beban operasional manufaktur beton precast dinilai masih tinggi.

Wijaya Karya Bangunan Gedung Terseret Penurunan Pendapatan

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menjadi emiten konstruksi lain yang kinerjanya berbalik negatif. Perusahaan anak usaha Wijaya Karya ini mencatat rugi bersih Rp89,74 miliar pada kuartal II 2026, berbanding terbalik dengan posisi laba di periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyebab utamanya adalah penurunan pendapatan yang mencapai 55 persen. Menariknya, di tengah pendapatan yang jeblok, perolehan nilai kontrak baru perseroan justru mencatatkan lonjakan tajam. Artinya, proyek yang masuk belum mampu dikonversi menjadi pendapatan dalam waktu cepat.

Kimia Farma dan Krakatau Steel Bangkit dari Kubangan Rugi

Kabar baik datang dari PT Kimia Farma Tbk. Setelah mencatat rugi bersih Rp135,61 miliar pada semester I 2025, emiten farmasi ini berhasil membalikkan keadaan menjadi laba bersih Rp54,07 miliar di periode yang sama tahun ini.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk juga menunjukkan performa serupa. Produsen baja pelat merah ini membukukan laba sebesar Rp635 miliar setelah sebelumnya mengalami defisit. Perbaikan kinerja kedua emiten ini menjadi penyeimbang di tengah lesunya sektor konstruksi.

Dengan total 37 emiten BUMN yang terdaftar di bursa, hasil semester I 2026 ini menjadi sinyal bagi investor untuk lebih selektif. Sektor konstruksi masih dibayangi utang dan restrukturisasi, sementara sektor manufaktur berbasis sumber daya dan farmasi mulai menunjukkan daya tahan.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: emitennews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top