TANJUNGPINANG — Penganugerahan Satyalancana Karya Satya tahun ini mencakup tiga kategori masa bakti. Sebanyak 38 PNS menerima penghargaan untuk pengabdian 30 tahun, 140 PNS untuk masa bakti 20 tahun, dan 432 PNS lainnya untuk dedikasi selama 10 tahun.
Dalam sambutannya, Ansar menegaskan bahwa ASN memiliki peran yang menentukan dalam memastikan pembangunan merata di Kepulauan Riau. Hal ini dinilai krusial mengingat karakteristik geografis daerah yang didominasi lautan serta berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Menurut Ansar, kerja keras 12.490 ASN di lingkungan Pemprov Kepri tidak hanya berdampak pada pelayanan administratif, tetapi juga menyangkut citra bangsa di mata internasional. Wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar menjadi garda terdepan yang membutuhkan komitmen serta mental pantang menyerah dari para aparatur.
“Aparatur Sipil Negara memegang peran yang sangat krusial dalam memastikan konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan. Khususnya di pulau-pulau terluar, setiap dedikasi yang diberikan akan berdampak langsung pada ketahanan nasional dan citra bangsa di dunia internasional,” ujar Ansar di hadapan para penerima penghargaan.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi khusus kepada penerima masa bakti 30 tahun yang sebagian besar telah mendekati masa purna tugas. Ia menilai masa pengabdian panjang tersebut merupakan bukti keteguhan hati dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Di tengah suasana penyerahan penghargaan, Ansar memaparkan sejumlah capaian pembangunan makro yang disebutnya tidak terlepas dari kinerja aparatur sipil negara. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Riau pada 2025 tercatat mencapai 80,53 poin, menjadikan provinsi ini sebagai yang tertinggi di luar Pulau Jawa dan menempati posisi ketiga secara nasional setelah Daerah Khusus Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, Indeks Profesionalitas ASN Kepulauan Riau juga menunjukkan tren positif. Pada 2025, skor indeks mencapai 83,40 atau meningkat 1,03 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 82,37.
“Selama dua tahun berturut-turut, Provinsi Kepri masuk dalam kategori tinggi,” kata Ansar mengutip data capaian tersebut.
Ansar berharap penghargaan ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka. Ia mendorong para penerima Satyalancana Karya Satya untuk terus berkontribusi dan menjadi panutan bagi generasi aparatur yang lebih muda di lingkungan Pemprov Kepri.
“Jadilah role model atau teladan bagi rekan-rekan ASN muda lainnya dalam mewujudkan birokrasi Provinsi Kepulauan Riau yang semakin profesional, akuntabel, dan berdaya saing demi terwujudnya Kepri yang maju, makmur, dan merata,” tegasnya.
Acara penganugerahan ini turut dihadiri Gubernur Kepri periode 2016–2021 Nurdin Basirun, Danrem 033/Wira Pratama Bambang Herqutanto, Danlantamal IV Agus Rohimat, serta Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni. Sejumlah pejabat fungsional utama dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri juga hadir dalam kegiatan tersebut.