NATUNA — PBAK 2026 di IAI Natuna berlangsung dengan melibatkan lebih dari 90 mahasiswa baru dan 20 panitia. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan lingkungan akademik, budaya kampus, dan organisasi kemahasiswaan.
Sonia menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus yang mendukung penuh acara tersebut. “Kami mengapresiasi pihak kampus yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PBAK. Kami juga menghargai kerja keras seluruh panitia yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran demi menyambut mahasiswa baru,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Selasa (19/11/2024).
Materi Akademik Hingga Pengenalan Fasilitas Kampus
Rangkaian PBAK diawali dengan registrasi, pemeriksaan perlengkapan, dan upacara pembukaan. Peserta kemudian menerima materi cara belajar di perguruan tinggi Islam dari pimpinan kampus.
Beberapa materi lain yang diberikan meliputi “Mengenal Akar Budaya dan Memperkokoh Jati Diri” serta sesi alumni bertajuk “Belajar, Berkarya, dan Berdampak”. Setelah sesi materi, mahasiswa baru diajak berkeliling untuk mengenal fasilitas, ruang belajar, dan lingkungan kampus yang akan digunakan selama perkuliahan.
“PBAK bukan sekadar kegiatan seremonial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru mulai mengenal sistem perkuliahan, lingkungan kampus, budaya akademik, dan tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa,” kata Sonia.
Sosialisasi DEMA, SEMA, hingga KSR untuk Mahasiswa Baru
Salah satu bagian penting dalam PBAK adalah pengenalan organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa baru diperkenalkan pada sejumlah organisasi internal maupun eksternal kampus, antara lain DEMA, SEMA, PPM, LDK, MAPALA, dan KSR.
Sonia menilai organisasi menjadi ruang belajar di luar kelas untuk mengasah kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama. “Organisasi kemahasiswaan merupakan ruang belajar di luar kelas. Mahasiswa dapat melatih keberanian, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian sosial melalui organisasi yang sesuai dengan minat mereka,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara panitia dan perwakilan organisasi agar sesi sosialisasi berjalan tertib dan memberi manfaat maksimal.
Senam, Operasi Semut, dan Permainan Kolaboratif
Selain materi, PBAK diisi senam pagi, operasi semut membersihkan kampus, latihan yel-yel, dan permainan kelompok. Panitia menyiapkan permainan sambung ayat, balas pantun bertema budaya, serta estafet karet untuk membangun kekompakan dan kreativitas.
Kegiatan keagamaan seperti salat berjemaah juga menjadi agenda rutin. “Panitia telah berusaha membuat PBAK tidak hanya berisi materi, tetapi juga kegiatan yang menyenangkan dan membangun kebersamaan. Ini merupakan hal positif yang patut diapresiasi,” tutur Sonia.
Catatan Evaluasi untuk Perbaikan Tahun Depan
Meski mengapresiasi, Sonia menyoroti sejumlah aspek teknis yang perlu diperbaiki, seperti koordinasi antar panitia, ketepatan waktu, kesiapan pembawa acara, komunikasi dengan pengisi kegiatan, dan penyusunan rencana cadangan.
Ia mencontohkan keterlambatan atau perubahan jadwal yang bisa diantisipasi dengan mengonfirmasi ulang kehadiran undangan serta menyiapkan alternatif susunan acara. “Kekurangan teknis dalam sebuah kegiatan merupakan bahan pembelajaran. Hal terpenting adalah bagaimana panitia, organisasi mahasiswa, dan pihak kampus duduk bersama untuk mengevaluasinya tanpa saling menyalahkan,” tegasnya.
Sonia berharap evaluasi bersama dilakukan secara konstruktif agar pelaksanaan PBAK tahun depan lebih solid dan memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa baru.