KEPULAUAN RIAU — Insiden itu terjadi setelah peluit panjang dibunyikan, saat Argentina memastikan gelar juara. Paredes yang baru dimasukkan pada babak kedua kehilangan kendali dan terlibat aksi fisik dengan Eric Garcia serta Gavi. Namun, jauh sebelum kejadian itu, Vincic sudah mendeteksi potensi bahaya dari mantan pemain AS Roma tersebut.
Dalam rekaman yang beredar, Vincic terdengar meminta Messi menenangkan rekannya di lapangan. "Messi, kontrol Paredes. Saya tidak mau... dia sudah dapat kartu kuning. Tolong kontrol. Selalu kontrol dia," ucap Vincic dalam rekaman yang dirilis CNN Indonesia, Selasa (18/2/2026).
Paredes masuk menggantikan Nicolas Gonzalez dan hanya butuh enam menit untuk menerima kartu kuning. Temperamennya yang meledak-ledak langsung menjadi perhatian wasit, yang kemudian meminta intervensi langsung dari kapten tim.
Sayangnya, peringatan tersebut tidak cukup untuk meredam emosi Paredes. Setelah laga usai, ia justru terlibat insiden yang kini membuatnya berhadapan dengan tiga tuduhan penyerangan dan satu tuduhan perilaku tidak sportif dari FIFA.
Usai Piala Dunia, Paredes sempat mengumumkan rencana pensiun dari sepak bola. Keputusan itu tidak bertahan lama, dan ia kini memperkuat Boca Juniors di Argentina. Namun, masalah baru kembali menghampirinya.
Dalam laga Boca melawan Newell's Old Boys, Paredes kembali menjadi biang keributan. Ia terlihat sengaja menendang bola ke arah lawan yang memicu pertengkaran di lapangan. Sikapnya ini menimbulkan pertanyaan besar soal kontrol emosi pemain berusia 32 tahun tersebut.
Proses disipliner FIFA terhadap Paredes masih berjalan. Jika terbukti bersalah atas tuduhan penyerangan di final Piala Dunia, ia berpotensi menerima sanksi berat yang bisa memengaruhi kariernya di Boca Juniors.
Rekaman wasit yang baru dirilis ini menjadi bukti kuat bahwa masalah Paredes sebenarnya sudah diprediksi sejak awal pertandingan. Bahkan wasit pun merasa perlu melibatkan Messi untuk meredamnya, namun upaya itu tidak membuahkan hasil.