Pencarian

Wamenlu Arif Havas Dorong Pelabuhan Selat Lampa Natuna Berstatus Internasional, Target Kode PBB IDESTA

Rabu, 26 Agustus 2026 • 14:12:01 WIB
Wamenlu Arif Havas Dorong Pelabuhan Selat Lampa Natuna Berstatus Internasional, Target Kode PBB IDESTA
Wamenlu Arif Havas Oegroseno menyampaikan usulan kode pelabuhan internasional IDESTA untuk Selat Lampa saat kunjungan kerja di Natuna, Rabu (26/8/2026).

NATUNA — Pemerintah pusat mulai menggeser posisi Natuna dari sekadar wilayah pertahanan menjadi simpul ekonomi maritim. Langkah konkretnya adalah pengajuan kode pelabuhan internasional untuk Selat Lampa, yang bakal membuka jalur perdagangan lintas negara di perbatasan utara Indonesia.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyampaikan usulan ini saat kunjungan kerja ke Natuna, Rabu (26/8/2026). Ia mengonfirmasi usulan kode internasional telah diserahkan ke Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

"Kodenya itu IDESTA, nanti kita harapkan bisa diajukan ke PBB," ujar Arif dalam keterangannya.

Pintu Ekspor-Impor Langsung dari Perbatasan

Jika terealisasi, status internasional ini bukan sekadar ganti papan nama. Selat Lampa bakal menjadi pintu keluar-masuk barang dari dan menuju Natuna. Aktivitas perdagangan pun tidak lagi bergantung pada konektivitas domestik yang selama ini menjadi kendala utama.

"Dengan demikian akan ada satu pelabuhan yang bisa dipakai untuk ekspor-impor," katanya.

Posisi geografis Natuna berbatasan langsung dengan sejumlah negara tujuan pasar, seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, hingga China. Potensi ini dinilai sangat strategis.

Konektivitas Udara Jakarta-Natuna Bakal Diperkuat

Wamenlu menegaskan pengembangan Natuna tidak bisa berjalan parsial. Selain pelabuhan laut, akses penerbangan menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Penerbangan langsung rute Jakarta-Natuna yang sempat tersedia akan kembali diperkuat frekuensinya.

Bahkan, peluang membuka rute penerbangan langsung dari Singapura ke Natuna tengah dikaji. Langkah ini bertujuan menopang sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat di daerah terluar tersebut.

Armada Kapal Ikan hingga Program Es Tenaga Surya

Sektor perikanan menjadi kekuatan ekonomi berikutnya yang ingin dioptimalkan. Pemerintah berencana mengembangkan armada kapal ikan berbagai ukuran, mulai dari 5 GT, 10 GT, 30 GT, hingga kapal berkapasitas lebih besar. Namun, peningkatan kapasitas ini harus diiringi pelatihan nelayan, khususnya untuk kapal di atas 30 GT, agar produktivitas tangkapan ikut naik.

Pemerintah juga mempertimbangkan program penyediaan es berbasis energi surya di Natuna. Program serupa sebelumnya dikembangkan melalui kerja sama dengan PBB di Maluku dan terbukti membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan.

Bupati Cen Sui Lan: Aspirasi Natuna Terserap

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut positif kunjungan Wamenlu ke daerah perbatasan tersebut. Menurutnya, kehadiran pejabat pusat menjadi momen penting bagi daerah untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan strategis Natuna, termasuk pengembangan potensi rumput laut.

"Kita sangat berterima kasih Wamenlu sudah mengunjungi kita di perbatasan, menyerap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Bupati. Kita berdoa semua apa yang kita inginkan itu bisa tercapai," ujar Cen.

Jika status internasional Selat Lampa benar-benar terealisasi dan diikuti kesiapan fasilitas serta konektivitas, Natuna tidak hanya menjadi wilayah terdepan dari sisi kedaulatan. Natuna juga berpeluang tumbuh sebagai gerbang ekonomi maritim Indonesia di kawasan utara.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wahanaindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks