Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, membagikan ribuan masker kepada warga yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Dinas Kesehatan setempat mencatat kualitas udara di lima kecamatan sudah masuk kategori tidak sehat dengan indeks di atas 90.
NATUNA — Ribuan masker mulai dibagikan Pemerintah Kabupaten Natuna kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah itu. Bupati Natuna Cen Sui Lan telah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk menyalurkan masker secara langsung ke warga, dan pembagiannya berlangsung sejak beberapa hari lalu hingga kini.
Kabut asap yang mengepung Natuna diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan. Kondisi ini membuat kualitas udara di sejumlah kecamatan berada di level tidak sehat, sehingga penggunaan masker dinilai perlu dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan, berdasarkan pencatatan pihaknya, lima kecamatan sudah berada pada indeks kualitas udara di atas 90. Kelima wilayah itu adalah Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Serasan, dan Serasan Timur.
Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat. Karena itu, Dinkes Natuna memprioritaskan pembagian masker bagi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak polusi udara.
"Masker diberikan untuk masyarakat rentan seperti anak, lansia dan kelompok penyakit tertentu," ucap Hikmat Aliansyah di Natuna, Senin.
Penyaluran masker dilakukan melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di masing-masing wilayah. Dinkes memastikan pembagian akan terus berlanjut selama kondisi masih membutuhkan.
Hikmat menegaskan, masyarakat umum sebenarnya masih dapat beraktivitas seperti biasa pada kondisi saat ini. Namun, ia menyarankan warga untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan yang membutuhkan tenaga berat atau berlangsung dalam waktu lama.
Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker disarankan sebagai upaya mengurangi paparan partikel polutan. "Masker akan terus diberikan apabila diperlukan. Penyaluran akan dilakukan melalui puskesmas," katanya.