Olahraga Anak Sesuai Usia: Panduan Pilih Aktivitas Fisik yang Tepat

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Rabu, 02 September 2026 | 23:18:31 WIB
Anak-anak mengikuti kegiatan olahraga di lapangan terbuka, Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — Sebagai ibu, melihat anak aktif bergerak tentu membuat hati senang. Namun sering kali muncul pertanyaan: olahraga apa yang paling efektif membuat anak tumbuh tinggi? Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Surya Santosa, SpKO, menegaskan bahwa tidak ada satu pun jenis olahraga yang terbukti konsisten menambah tinggi badan anak. Yang jauh lebih penting adalah memastikan si kecil aktif bergerak setiap hari, menikmati kegiatannya, dan mendapat variasi gerak sesuai umur.

Berapa Lama Anak Sebaiknya Bergerak dalam Sehari?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memiliki rekomendasi jelas: anak dan remaja usia 5–17 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat rata-rata 60 menit setiap hari. Tidak perlu langsung olahraga formal yang berat. Bermain aktif di halaman, berjalan kaki ke sekolah, bersepeda santai, atau aktivitas fisik bersama keluarga sudah cukup membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

Untuk anak usia dini, dr Surya menjelaskan bahwa aktivitas fisik perlu diperkenalkan secara bertahap lewat permainan yang menyenangkan: berlari, melompat, melempar, menjaga keseimbangan, hingga latihan koordinasi tubuh. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan, anak baru bisa dikenalkan pada olahraga yang lebih terstruktur.

Kalau Bukan untuk Tinggi Badan, Mengapa Olahraga Tetap Penting?

Meski tidak bisa memicu tinggi badan secara langsung, aktivitas fisik berperan besar untuk membangun kepadatan tulang, kebugaran jantung, perkembangan motorik kasar dan halus, serta kesehatan mental anak. Kuncinya bukan pada memilih satu cabang olahraga “penambah tinggi”, melainkan membuat anak terbiasa bergerak aktif.

Faktor penentu tinggi badan sendiri sebagian besar datang dari genetik, kecukupan gizi, kualitas tidur, dan kondisi kesehatan menyeluruh. Jadi, bila ibu memaksa anak melakukan olahraga tertentu hanya demi tinggi badan, hasilnya bisa membuat anak stres dan justru malas bergerak.

Pilihan Olahraga yang Bisa Dicoba Sesuai Minat dan Kemampuan Anak

Setelah anak cukup besar, dr Surya menyebut beberapa cabang olahraga yang bisa menjadi pilihan: basket, renang, sepak bola, bulu tangkis, senam, hingga latihan penguatan otot. Syaratnya, dilakukan sesuai kemampuan fisik, teknik yang benar, dan tetap dalam pengawasan orang dewasa atau pelatih.

Namun orang tua juga perlu memperhatikan potensi anak. dr Eddy Fadlayana, SpA(K), M.Kes dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan, potensi ini bisa dilihat dari kemampuan motorik dan fisik anak, seperti koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, kekuatan, maupun daya tahan tubuhnya. Jangan memaksakan anak memilih olahraga yang tidak disukai hanya karena tren.

Yang terpenting, tetap berikan variasi gerak setiap pekan. Misalnya anak suka berenang, selingi dengan bermain lompat tali di rumah agar kemampuan motoriknya terlatih lebih holistik.

Kapan Harus ke Dokter untuk Memantau Tinggi Badan?

Pemantauan tumbuh kembang sebaiknya dilakukan berkala, tidak hanya saat anak sakit. dr Eddy mengingatkan agar orang tua menerapkan pola hidup sehat dan memantau kurva pertumbuhan di buku KIA atau aplikasi kesehatan. Jika berat dan tinggi badan tidak bertambah sesuai usia, atau kurvanya melambat, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak.

Penanganan dini sangat membantu mengidentifikasi hambatan pertumbuhan, sehingga intervensi bisa dilakukan lebih cepat. Ibu juga bisa membawa anak ke layanan tumbuh kembang yang menyediakan terapi okupasi, fisioterapi anak, atau konseling pola asuh jika diperlukan.

Memilih olahraga untuk anak bukan soal mengejar target tinggi tertentu, tetapi membantu mereka tumbuh sehat, kuat, dan percaya diri. Dampingi dengan nutrisi seimbang, tidur cukup, serta jadwal aktivitas yang rutin. Dengan begitu, tumbuh kembang anak berjalan optimal sesuai tahap usianya.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top