Pencarian

Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, 826 Warga dan Turis Asing Masih Hilang

Kamis, 27 Agustus 2026 • 17:04:01 WIB
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, 826 Warga dan Turis Asing Masih Hilang
Tim gabungan mengevakuasi korban selamat banjir bandang di Distrik Rasuwa, Nepal, Jumat (…).

KEPULAUAN RIAU — Bencana yang menghantam Distrik Rasuwa dan sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi hingga Trishuli ini menyisakan duka mendalam. Gelombang air yang datang tiba-tiba membawa material campuran lumpur, batu, dan es menghancurkan permukiman warga serta melumpuhkan infrastruktur publik di delapan distrik terdampak.

Otoritas Penanggulangan Bencana Nepal mencatat Chitwan sebagai wilayah dengan jumlah korban jiwa terbanyak. Wilayah lain yang tak kalah parah adalah Dhading, Nuwakot, Gorkha, Nawalparasi East, Tanahun, Nawalparasi West, dan Rasuwa.

Jumlah Wisatawan Asing yang Hilang Capai Ratusan Orang

Data awal menyebutkan sekitar 500 turis asing ikut hilang dalam musibah ini. Angka tersebut menjadi perhatian serius karena jalur perbatasan Nepal-Tibet memang menjadi destinasi populer para pendaki dan penjelajah alam.

Kementerian Luar Negeri Nepal disebut tengah berkoordinasi dengan sejumlah kedutaan besar untuk memverifikasi daftar warga negaranya yang berada di lokasi kejadian. Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai kewarganegaraan para korban asing.

Material Vulkanik dan Cuaca Ekstrem Perlambat Proses Evakuasi

Tim gabungan yang diterjunkan pemerintah Nepal harus bekerja ekstra keras. Medan berbukit yang terjal, ditambah tumpukan material banjir yang tebal, membuat alat berat sulit dioperasikan di sejumlah titik.

Kondisi cuaca yang masih buruk turut menghambat penerbangan helikopter untuk menjangkau daerah terisolasi. Sebagian besar korban selamat yang berhasil dievakuasi mengalami luka-luka dan kini mendapatkan perawatan darurat di rumah sakit lapangan.

Pemerintah Nepal telah menetapkan status darurat di wilayah terdampak. Personel militer dikerahkan untuk mempercepat pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.

Kerusakan Infrastruktur dan Akses Jalan Darat Terputus

Banjir bandang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga memutus akses transportasi utama. Jalan raya yang menghubungkan ibu kota Kathmandu dengan kawasan utara dilaporkan tertutup longsor dan genangan lumpur setinggi beberapa meter.

Jembatan gantung yang menjadi penghubung antar-desa di Distrik Rasuwa banyak yang hanyut terbawa arus. Warga setempat yang selamat terpaksa berjalan kaki puluhan kilometer untuk mencapai pos pengungsian terdekat.

Hingga berita ini ditulis, tim penyelamat masih berfokus pada upaya pencarian korban di titik-titik yang diprediksi menjadi lokasi berkumpulnya warga saat kejadian berlangsung. Operasi kemanusiaan ini diprediksi akan berlangsung berhari-hari ke depan mengingat luasnya area terdampak dan banyaknya korban yang belum ditemukan.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks