BATAM — Kejaksaan Negeri Batam menempatkan sinergi dan stabilitas daerah sebagai prioritas di tengah hiruk-pikuk tahun politik dan tekanan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, saat memimpin jalannya upacara bendera di pusat kota, Rabu pagi.
“Upacara 17 Haribulan adalah momentum untuk memperkuat jati diri dan tanggung jawab kita sebagai aparatur negara dan pelayan masyarakat,” ujar I Wayan di hadapan unsur Forkopimda, TNI, Polri, serta jajaran ASN dan instansi vertikal.
Perbedaan Pendapat di Ruang Publik: Wajar, Asal Tak Memecah
I Wayan secara khusus menyoroti merebaknya perbedaan pandangan di ruang publik akhir-akhir ini. Menurutnya, iklim demokrasi di Indonesia memang membuka ruang bagi perbedaan pendapat, namun hal itu harus disikapi dengan kepala dingin.
“Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut menjadi sumber perpecahan,” tegasnya dalam amanat yang sarat pesan kebangsaan itu.
Pesan ini dinilai relevan mengingat posisi Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas sosial, kata Kajari, menjadi prasyarat utama untuk menjaga kepercayaan investor dan kelangsungan dunia usaha.
Banjir Masih Jadi Tantangan, Gotong Royong Jadi Solusi
Tak hanya soal politik dan birokrasi, I Wayan juga mengingatkan persoalan lingkungan yang masih menghantui warga Batam. Ia menyoroti masih seringnya terjadi banjir di sejumlah titik akibat drainase yang tersumbat dan menurunnya kesadaran menjaga kebersihan.
“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kebersihan drainase dan saluran air harus menjadi perhatian agar risiko banjir dapat diminimalkan,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong. Menurutnya, tanpa partisipasi warga, upaya pemerintah dan aparat dalam mengatasi banjir tidak akan maksimal.
Sinergi Forkopimda Kunci Jaga Iklim Investasi
Di hadapan peserta upacara, Kajari Batam memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam. Soliditas yang terjaga selama ini dinilai berhasil menciptakan iklim kondusif di daerah.
“Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci dalam menciptakan kepastian hukum, menjaga stabilitas daerah, serta mendukung pertumbuhan dunia usaha dan investasi di Kota Batam,” ujar I Wayan.
Kejaksaan Negeri Batam, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menjalankan tugas secara profesional dan memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, Batam tetap menjadi daerah tujuan investasi yang aman, tertib, dan terus berkembang.
Upacara yang berlangsung khidmat itu diikuti oleh perwakilan dari berbagai instansi dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Seluruh peserta diharapkan membawa pulang semangat baru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.