TANJUNGPINANG — Dinas Pendidikan Tanjungpinang resmi mengalihkan seluruh kegiatan belajar PAUD, TK, SD, hingga SMP sederajat ke mode daring mulai 15 sampai 18 September 2026. Surat Edaran Nomor B/041.4/13/5.3.05/2026 tentang Pembelajaran Secara Daring Selama Kondisi Cuaca Berpotensi Bahaya diteken pada 14 September 2026.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyebut kebijakan ini diambil untuk melindungi peserta didik dan tenaga pendidik dari dampak kondisi udara. Kabut asap tebal terpantau menyelimuti Tanjungpinang sejak Senin pagi hingga sore, memangkas jarak pandang warga.
Sekolah Tetap Berjalan, Guru Beri Materi dan Pendampingan
Meski siswa belajar dari rumah, Lis memastikan kegiatan sekolah tidak berhenti. Guru tetap memberikan materi, tugas, dan pendampingan kepada siswa selama masa pembelajaran daring.
"Sekolah tetap menjalankan proses belajar selama penerapan belajar daring dari rumah. Guru tetap memberikan materi, tugas, dan pendampingan kepada siswa, sementara kepala sekolah memastikan kegiatan belajar berjalan efektif," kata Lis di Tanjungpinang, Senin.
Kepala sekolah diminta memastikan seluruh kegiatan belajar berjalan efektif selama periode tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis Ikut Disesuaikan
Perubahan pola belajar berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Menurut Lis, teknis pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Pemkot Tanjungpinang belum merinci bentuk penyesuaian yang akan diterapkan pada program tersebut.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lis mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pernapasan.
Imbauan ini muncul seiring kondisi kabut asap yang diklaim berasal dari kiriman karhutla di Pulau Sumatera. Sejumlah warga, dari orang dewasa sampai anak-anak, mulai menggunakan masker saat keluar rumah untuk menghindari risiko infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Antusiasme warga membeli masker di sejumlah apotek hingga toko swalayan meningkat. Di beberapa apotek, persediaan masker ludes terjual, khususnya masker anak-anak.
Evaluasi Dua Hari ke Depan, Opsi Bergantian Disiapkan
Pembelajaran daring akan dievaluasi berdasarkan perkembangan cuaca dan kualitas udara. Lis menyatakan siswa dapat kembali belajar tatap muka jika kondisi dinilai aman.
"Jika kondisi kembali aman, siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka," ujar Lis.
Kondisi udara akan dipantau dalam dua hari ke depan. Apabila kabut asap semakin meningkat, kegiatan pendidikan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan dapat diterapkan secara bergantian.