BATAM — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Riau membongkar praktik judi online internasional yang menyamar sebagai lotre Hong Kong di Kota Batam. Dalam operasi yang berlangsung pekan lalu itu, polisi menangkap 14 warga negara asing dari lima negara yang diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut.
Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima aparat pada 10 Mei 2026. Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, memberikan apresiasi atas langkah cepat Polda Kepri dalam membongkar praktik ilegal itu.
Menurut Habib Aboe, judi online jenis ini bergerak sangat cepat dan memanfaatkan celah teknologi digital lintas negara. Modus lotre Hong Kong digunakan sebagai kamuflase untuk menarik korban dari Indonesia.
"Informasi dari masyarakat sangat penting dalam membongkar jaringan-jaringan kejahatan seperti ini. Judi online sekarang bergerak sangat cepat, lintas negara, dan memanfaatkan teknologi digital," ujar Habib Aboe dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).
Politikus PKS itu menegaskan bahwa judi online atau judol telah menjadi ancaman sosial yang berdampak luas, bukan semata-mata persoalan hukum. Menurutnya, banyak keluarga hancur akibat kecanduan judi online—mulai dari masalah ekonomi rumah tangga, pinjaman ilegal, hingga kriminalitas.
"Judol ini sangat berbahaya. Banyak keluarga hancur karena judi online. Karena itu pemberantasannya harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat," tegas Habib Aboe.
Habib Aboe mendorong agar penegakan hukum terhadap jaringan judi online internasional dilakukan secara berkelanjutan. Ia meminta polisi tidak hanya menangani pelaku di lapangan, tetapi juga menyasar aktor utama dan aliran keuangan di balik operasi tersebut.
"Kita berharap penindakan dilakukan sampai ke akar-akarnya, termasuk membongkar jaringan internasional dan aliran dananya. Ini penting agar efek jera benar-benar terasa," pungkasnya.
Polda Kepri hingga saat ini masih melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai identitas spesifik para tersangka maupun total aset yang disita dalam penggerebekan tersebut.