TANJUNGPINANG — Ferizone menyebut, serapan aspirasi dari para wakil rakyat di Senayan memiliki peran strategis yang tidak bisa diabaikan. Menurutnya, dana aspirasi dari anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kepri sangat dibutuhkan, terutama saat kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sedang mengalami pengetatan.
“Dana aspirasi sangat diperlukan, terlebih lagi saat ini kita lagi efisiensi. Namun dana ini tergantung dari anggota DPR RI masing-masing, melalui APBN,” kata Ferizone dalam pernyataan yang dikutip, Senin (15/4).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat yang berhasil dijaring oleh anggota dewan dapat diwujudkan dalam berbagai program pembangunan. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, hingga kebutuhan dasar lain yang menunjang kemajuan daerah.
“Aspirasi yang terjaring oleh anggota DPR RI yang nantinya direalisasikan seperti pembangunan jalan ataupun pendidikan menjadi penunjang untuk Kepri,” ungkapnya.
Ferizone mencontohkan, pada masa kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad, pembangunan rumah susun (rusun) untuk mahasiswa berhasil direalisasikan. Proyek tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikeluarkan kementerian atas dasar aspirasi masyarakat.
Menurut pengamat tersebut, keberadaan dana aspirasi juga dapat membantu pemerintah daerah mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman untuk membiayai pembangunan. Dengan begitu, beban fiskal daerah bisa lebih ringan.
“Jadinya pembangunan di Kepri tidak perlu menggunakan pinjaman, bisa menggunakan Aspirasi DPR RI, yang disampaikan ke kementerian,” lanjutnya.
Ferizone menegaskan bahwa mekanisme ini tidak menyalahi aturan. Justru, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk semangat gotong royong antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun Kepri secara bersama-sama.
Ia berharap keempat anggota DPR RI dari Dapil Kepri dapat terus aktif menyerap aspirasi masyarakat. Setelah itu, aspirasi tersebut didorong ke kementerian terkait agar segera direalisasikan menjadi program pembangunan yang nyata dan tepat sasaran.
“Kalau dibandingkan dengan besaran biaya yang dikeluarkan, tentu rasa empati dan rasa gotong royong ini yang menjadi semangat untuk membangun Kepri,” pungkasnya.
Wacana ini muncul di tengah upaya pemerintah pusat dan daerah melakukan efisiensi belanja, yang membuat alokasi dana untuk proyek-proyek baru di daerah kerap terhambat. Kehadiran dana aspirasi diharapkan menjadi solusi alternatif yang cepat dan langsung menyentuh kebutuhan warga di kepulauan.