KEPULAUAN RIAU — Luke bukan nama baru di industri pertambangan. Pria asal Australia ini memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di perusahaan-perusahaan tambang kelas dunia. Sebelum dipercaya memimpin DSI, ia menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization di Danantara Indonesia sejak September 2025.
Karier Luke banyak ditempa di PT Vale Indonesia Tbk, di mana ia menjadi Chief Strategy and Technical Officer pada Juli 2024 hingga September 2025. Sebelumnya, ia mengabdi selama satu dekade di Vale Base Metals yang berbasis di Kanada, dengan posisi terakhir sebagai Chief Technical Officer.
Luke juga pernah berkarier di raksasa tambang BHP Billiton pada 2010 hingga 2014. Dari sisi akademik, ia mengantongi gelar sarjana Mining Engineering dan tiga gelar master—Keuangan, Teknik Pertambangan, dan Geomekanika—dari University of New South Wales.
Keputusan Strategis untuk Ekspor Nasional
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan alasan di balik pemilihan Luke. “Kita kan banyak pertimbangan, track record-nya juga. Dia sangat memahami pengalaman sebelumnya di perusahaan multinasional baik di Vale,” ujar Rosan di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
PT DSI sendiri akan bekerja langsung di bawah Danantara Indonesia. Perusahaan pelat merah ini mendapat mandat khusus mengelola transaksi ekspor berbagai komoditas strategis Indonesia—dari batu bara, nikel, hingga mineral kritis lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan implementasi operasional perusahaan dilakukan secara bertahap. “Ya implementasi kan ada tahapannya, tapi mulai berlaku 1 Juni,” kata Airlangga di lokasi yang sama.
Instrumen Baru Pengelolaan SDA
Kehadiran DSI diharapkan menjadi terobosan dalam tata kelola ekspor sumber daya alam. Selama ini, komoditas strategis Indonesia kerap dijual dalam bentuk mentah dengan nilai tambah yang minim. Dengan adanya BUMN khusus, pemerintah ingin memastikan setiap transaksi ekspor memberikan manfaat optimal bagi negara.
Nama Luke sudah tercantum dalam Surat Keputusan Pengesahan Nomor AHU-0039765.AH.01.01 Tahun 2026 tertanggal 19 Mei 2026, yang diterbitkan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum. Ini menandai dimulainya era baru pengelolaan ekspor komoditas nasional yang lebih terstruktur.
Penunjukan eksekutif dengan pengalaman global seperti Luke menunjukkan keseriusan pemerintah membangun perusahaan ekspor yang mampu bersaing di level internasional. Pertanyaannya sekarang: seberapa cepat DSI bisa merealisasikan mandatnya dan memberikan dampak nyata bagi penerimaan negara?