BATAM — Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menghadiri peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara virtual dari Pasar Hang Tuah, Batu Besar, Sabtu (16/5/2026). Meski lokasi utama peluncuran di Jawa Timur dan Jawa Tengah, ia menegaskan semangat pemerataan pembangunan harus sampai ke Bumi Segantang Lada.
Nyanyang menyebut karakteristik geografis Kepri menjadi alasan utama. Provinsi ini memiliki lebih dari 2.408 pulau, dengan 22 pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam. "Esensi dari pemerataan pembangunan ini gaungnya sampai ke beranda terdepan NKRI," ujarnya.
Tantangan di lapangan masih berat. Kesenjangan infrastruktur antar-pulau akibat biaya logistik dan transportasi laut yang tinggi menjadi hambatan utama. Akses digital dan jaringan komunikasi di pulau terluar juga masih terbatas, dengan banyak titik blank spot yang menghambat digitalisasi desa.
Data makro pembangunan Kepri menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 79,89 (2024) menjadi 80,53 (2025).
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun dari 6,89 persen (Februari 2025) menjadi 6,35 persen (November 2025). Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi pusat-daerah mulai membuahkan hasil.
Wagub berharap program koperasi serupa diperluas dengan pendekatan berbasis karakteristik kemaritiman. "Kepulauan Riau siap menjadi mitra strategis dan laboratorium hidup bagi berbagai program nasional berbasis kemaritiman dan kawasan perbatasan," tegas Nyanyang.
Ia juga meminta penguatan jaringan internet satelit untuk mendukung desa digital di wilayah kepulauan. "Masih terdapat titik-titik blank spot di wilayah perbatasan yang menghambat akselerasi digitalisasi desa dan kampung," katanya.
Acara peluncuran turut dihadiri Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Kapolda Kepri Asep Safrudin, Pangkoarmada I yang diwakili Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, Danrem 033/Wira Pratama Bambang Herqutanto, Kabinda Kepri Bonar Panjaitan, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta jajaran Forkopimda.