Paramount+ Diduga Gunakan AI untuk Thumbnail Star Trek II: Wrath of Khan, Wajah Kirk Dipasang di Tubuh Jas Palsu

Penulis: Teuku Fahreza  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 00:11:01 WIB
Thumbnail Star Trek II di Paramount+ menampilkan wajah Kirk dengan jas bisnis yang tidak sesuai karakter asli.

KEPULAUAN RIAU — Platform streaming Paramount+ kembali menjadi sorotan. Kali ini, mereka dituduh menggunakan kecerdasan buatan alias AI untuk membuat thumbnail film klasik Star Trek II: The Wrath of Khan. Hasilnya? Sebuah gambar yang oleh penggemar disebut sebagai "thumbnail Star Trek paling jelek yang pernah ada."

Laporan dari Kotaku mengungkap bahwa thumbnail tersebut menampilkan Kapten James T. Kirk yang diperankan William Shatner. Namun anehnya, ia mengenakan jas dan dasi. Sepanjang karier Shatner memerankan Kirk—di serial orisinal, film, hingga berbagai spin-off—karakter ini tidak pernah sekalipun memakai jas bisnis. Satu-satunya momen Kirk bergaya preman adalah saat ia memakai kemeja flanel dan celana jeans saat mengunjungi Bumi era 1930-an.

Bagaimana AI Bisa Membuat Thumbnail yang Salah?

Seniman Ryan Estrada punya teori. Menurutnya, Paramount+ awalnya ingin memakai potret asli Kirk dari film Wrath of Khan, tepatnya saat ia menjalani pemindaian retina untuk mengakses file komputer. Adegan itu memang tidak terlalu heroik, dan Kirk tetap berseragam Starfleet. Namun, karena gambar aslinya hanya close-up wajah Shatner, platform ini diduga menggunakan AI generatif untuk "memasang" kepala Kirk ke tubuh palsu—lengkap dengan jas yang tidak pernah ia pakai.

Hasilnya, rambut Kirk juga terlihat aneh dan tidak natural. Bingkai asli gambar terpotong di area dahinya. "Long live AI slop Kirk," sindir Estrada di media sosial, merujuk pada istilah "slop" yang kerap dipakai untuk menyebut konten AI asal-asalan dan tidak bermutu.

Apakah Thumbnail Ini Masih Ada?

Hingga berita ini diturunkan, thumbnail kontroversial tersebut masih terpasang di platform Paramount+. Kotaku telah mengonfirmasi hal ini, begitu pula banyak pengguna internet yang membagikan tangkapan layar. CEO Paramount David Ellison sebelumnya sempat menyatakan bahwa perusahaannya "menggunakan teknologi untuk mentransformasi setiap aspek bisnis ini." Namun, jika thumbnail ini adalah pertanda masa depan, para penggemar Star Trek mungkin harus mulai menimbun Blu-Ray.

Mengapa Penggemar Marah?

Bagi penggemar setia Star Trek, akurasi visual adalah harga mati. Dunia Star Trek digambarkan sebagai masa depan tanpa uang, sehingga keberadaan jas bisnis terasa janggal. Kecuali di Holodeck, pakaian formal semacam itu nyaris tidak pernah muncul. Menggunakan AI untuk menciptakan sesuatu yang tidak sesuai kanon dianggap sebagai bentuk kemalasan dan ketidakpedulian terhadap properti intelektual yang sudah puluhan tahun dicintai.

Kekesalan ini juga diperparah dengan kondisi terkini waralaba Star Trek di bawah Paramount. Perusahaan baru saja membatalkan serial Starfleet Academy yang sebenarnya mendapat sambutan cukup baik, dan menghentikan produksi Strange New Worlds. Bagi banyak penggemar, insiden thumbnail AI ini seperti simbol dari pengelolaan yang serampangan.

Apa Langkah Paramount+ Selanjutnya?

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Paramount+ mengenai kontroversi ini. Tidak diketahui apakah mereka akan mengganti thumbnail tersebut dengan gambar yang lebih akurat, atau justru membiarkannya. Yang jelas, reputasi platform ini di mata penggemar Star Trek—yang dikenal sangat vokal—sedang diuji.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top