BATAM — Fasilitas baru di Kota Batam ini tidak hanya menyediakan pelatihan keterampilan kerja, tetapi juga menjadi pusat informasi dan pendampingan bagi kelompok rentan. Li Claudia menyebut posisi Batam sebagai pintu gerbang internasional membuat kota ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari persoalan pekerja migran hingga maraknya kasus TPPO dan kekerasan terhadap perempuan serta anak.
Dalam sambutannya, Li Claudia menekankan bahwa penyelesaian persoalan sosial di Batam tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga sosial seperti Caritas Indonesia dinilai harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
“Kehadiran pusat latihan kerja sekaligus pusat informasi ini merupakan langkah nyata dan strategis. Pemerintah menyambut baik serta mengapresiasi Caritas Indonesia yang turut membantu memberikan perlindungan dan solusi bagi masyarakat,” kata Li Claudia.
Gedung Sentrum Caritas yang diresmikan ini diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan pelatihan kerja sekal Akses informasi yang akurat. Li Claudia berharap fasilitas ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.
“Melalui lokakarya ini, saya berharap sinergi dan koordinasi antarlembaga semakin kuat sehingga upaya memutus mata rantai TPPO dan menekan angka kekerasan di Kota Batam dapat dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Balai Latihan Kerja ini akan menyelenggarakan berbagai program pelatihan vokasi. Sementara itu, Pusat Informasi Pekerja Migran berfungsi sebagai tempat konsultasi dan pendampingan hukum bagi calon pekerja migran serta korban perdagangan orang.
Caritas Indonesia selama ini dikenal konsisten menjalankan program kemanusiaan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Peresmian ini menjadi bukti komitmen mereka dalam membantu pemerintah daerah menangani isu-isu sosial yang krusial di Batam.
“Selamat atas peresmian ini. Semoga tempat ini menjadi pusat pengabdian yang penuh berkat, melahirkan SDM yang kompeten, serta menjadi cahaya harapan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan,” tutup Li Claudia.