KEPULAUAN RIAU — Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, masih menunggu perkembangan kondisi Marselino Ferdinan hingga besok pagi. Gelandang serang andalan Garuda itu tidak mengikuti sesi latihan resmi terakhir tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (18/3) sore.
Absennya Marselino menjadi pukulan telak bagi skema serangan Indonesia. Pemain berusia 20 tahun itu dikenal sebagai motor kreativitas, dengan mobilitas tinggi, keberanian membawa bola, serta visi bermain yang tajam.
Tanpa dirinya, Herdman kehilangan opsi untuk membongkar pertahanan rapat Oman yang diperkirakan akan bertahan dalam. "Jadi mari kita lihat, dia bisa saja tersedia sebagai starter atau kita tidak akan tahu sampai besok pagi," ujar Herdman dalam konferensi pers.
Herdman menegaskan tidak akan memaksakan Marselino jika kondisinya belum pulih seratus persen. Prioritas utama pelatih asal Inggris itu adalah menjaga agar masalah fisik pemain tidak semakin parah.
Keputusan final soal starter akan diambil setelah tim medis memberikan laporan terakhir pada Rabu pagi. Jika Marselino dinyatakan fit, ia kemungkinan besar langsung masuk starting XI untuk menambah daya gedor.
Jika Marselino benar-benar dicoret, Herdman harus memutar otak. Nama-nama seperti Egy Maulana Vikri atau Witan Sulaeman menjadi kandidat kuat untuk mengisi pos gelandang serang.
Keduanya memiliki karakter berbeda. Egy lebih suka menusuk dari sayap, sementara Witan punya kemampuan bermain di ruang sempit. Namun, tak satu pun dari mereka yang memiliki visi umpan terobosan setajam Marselino.
Pertandingan melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu malam, menjadi laga krusial bagi perjalanan Timnas Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kemenangan adalah harga mati jika Garuda ingin menjaga asa lolos langsung ke putaran final.
Klasemen sementara Grup C menempatkan Indonesia di posisi keempat dengan raihan enam poin. Oman berada satu tingkat di bawahnya dengan selisih dua angka.