TANJUNGPINANG — Angka tersebut naik signifikan dari tahun 2020 yang baru mencapai 96 pulau. Darwin menyebutkan, hingga 2026, jumlah pulau berpenghuni yang mendapat penerangan listrik non-PLN, seperti bantuan pemerintah, juga bertambah dari 10 pulau menjadi 85 pulau.
“Jumlah pulau di Kepri yang diterangi listrik PLN pada 2020 sebanyak 96 pulau, lalu meningkat menjadi 155 pulau hingga tahun 2026, dengan rasio elektrifikasi 99,45 persen,” kata Darwin di Tanjungpinang, Kamis.
Meski capaian ini impresif, masih ada 34 pulau berpenghuni yang belum tersentuh listrik. Pulau-pulau itu tersebar di enam kabupaten/kota se-Kepri. Satu-satunya wilayah yang sudah terang benderang 100 persen adalah Kota Tanjungpinang.
Darwin merinci, satu desa yang belum berlistrik sama sekali adalah Pulau Lalang, hasil pemekaran dari Desa Berhala di Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga. “Kami sudah menyiapkan mesin genset dari Pulau Nguan Batam. Tinggal menunggu eksekusi PLN. Mudah-mudahan warga Pulau Lalang segera menikmati listrik,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kepri bersama PLN menargetkan seluruh 34 pulau berpenghuni dan 85 pulau yang belum dialiri listrik PLN bisa mendapatkan penerangan 1×24 jam secara bertahap pada 2026 dan 2027. Pembiayaan program ini berasal dari APBN. Untuk kawasan investasi besar, pendanaannya akan digelontorkan melalui Danantara.
Darwin menjelaskan, PLN akan membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di masing-masing pulau. Ini menjadi solusi paling realistis mengingat kondisi geografis Kepri yang terpencar-pencar.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad, kata Darwin, mendukung penuh program kelistrikan ini. Dukungan diwujudkan dalam bentuk kemudahan perizinan lahan dan koordinasi lintas sektor, mulai dari kementerian hingga pemerintah desa.
Sepanjang 2021-2025, Pemprov Kepri telah merealisasikan program bantuan pasang baru listrik (BPBL) untuk 14.340 rumah tangga. Sumber dananya berasal dari APBN, APBD, dan CSR perusahaan ketenagalistrikan serta perusahaan migas di Natuna dan Anambas.
“Listrik bukan hanya penerangan, tapi ikut mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegas Darwin. Ia berharap, dengan terangnya malam di pulau-pulau terluar, aktivitas usaha warga bisa meningkat dan anak-anak bisa lebih giat belajar.