Mahasiswa Desak PLN Copot GM UID Sumut: Dugaan Pencurian Listrik Tambang Bitcoin dan Blackout Tak Ditangani

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24:31 WIB
Mahasiswa di Kepulauan Riau menuntut pencopotan GM PLN UID Sumut terkait dugaan pencurian listrik dan blackout.

KEPULAUAN RIAU — Sejumlah aliansi mahasiswa mengecam lambatnya respons PLN UID Sumut pasca-pemadaman listrik total beberapa waktu lalu. Mereka menilai pihak perusahaan belum memberikan bentuk pertanggungjawaban nyata, seperti dispensasi atau kompensasi bagi warga dan pelaku usaha yang terdampak.

"Kami mendesak PLN UID Sumut untuk bertanggung jawab secara moril maupun materil. Berikan kompensasi terhadap pelaku usaha yang terdampak akibat pemadaman listrik total," ujar perwakilan mahasiswa dalam orasinya.

Dugaan Pencurian Listrik untuk Tambang Bitcoin: 14 Titik Teridentifikasi

Isu yang lebih panas adalah dugaan pencurian arus listrik yang dipasok ke sejumlah tambang bitcoin. Sekretaris Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sumut, Rahmat Situmorang, menegaskan pihaknya telah mengantongi data titik-titik lokasi pencurian dan mendesak investigasi serius.

"Kami meminta PLN UID Sumut melakukan investigasi di beberapa titik dugaan pencurian arus listrik yang telah kami sertakan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk tindak lanjut hukum," tegas Rahmat, Rabu (3/6/2026).

Hasil investigasi kru media di lapangan mendapati sedikitnya 14 titik lokasi yang diduga menjadi tempat penambangan bitcoin ilegal. Lokasi-lokasi itu tersebar di antaranya Jalan Binjai Km 11 dan 14, Jalan Gaperta, Klambir V, kawasan Danau Singkarak, Amplas dekat SMK Taruna Tekno Nusantara, hingga Pasar 12 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Pemutusan Sampai Tiga Kali, tapi Dalang Tak Tersentuh

Ironisnya, meski pencurian telah terendus, penanganannya dinilai setengah hati. Manager ULP PLN Medan Sunggal, Elis Nainggolan, yang diwakili Team Leader Evriadi, mengakui pihaknya sudah dua kali melakukan pemutusan arus listrik di sebuah ruko di Jalan Setia Luhur, samping Plaza Milenium. Namun, setelah ramai pemberitaan, pemutusan baru dilakukan untuk ketiga kalinya.

Seorang sekuriti yang menyaksikan pemutusan tersebut membenarkan petugas PLN memutus kabel listrik ke dalam ruko itu. Namun, hingga saat ini tidak ada kejelasan mengenai siapa dalang di balik pencurian arus listrik yang merugikan keuangan negara tersebut.

"Pencurian ini hanya berakhir pada pemutusan arus listrik tanpa ada pertanggungjawaban hukum bagi oknum yang kepergok," sesal seorang demonstran.

Respon PLN: Apresiasi Aksi dan Janji Tindak Tegas

Menanggapi gelombang protes, perwakilan PLN UID Sumatera Utara yang akhirnya menemui massa menyampaikan apresiasi atas aksi demonstrasi tersebut. Pihaknya berjanji akan menindak tegas para terduga pelaku pencurian arus listrik, namun meminta para mahasiswa untuk menyerahkan bukti foto dan video.

Sementara itu, terkait persoalan blackout, perwakilan PLN menyatakan bahwa pihak pusat telah melakukan tindakan sesuai prosedur perundang-undangan dan proses terkait kompensasi masih berjalan. Pernyataan ini belum mampu meredam amarah mahasiswa yang tetap mendesak pencopotan General Manager PLN UID Sumut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas serangkaian kegagalan pelayanan. Hingga berita ini diturunkan, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut, Darma Saputra, belum memberikan tanggapan.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top