NATUNA — Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna tidak hanya mengawasi, tetapi juga mengedukasi. Dalam kegiatan Rihlah Tarbiyah SD IT Ranai di Pantai Cemaga, personel SAR memperkenalkan prinsip dasar penyelamatan kepada peserta sejak dini.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pihaknya menurunkan personel lengkap dengan perlengkapan keselamatan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman.
"Kehadiran personel SAR bertujuan memberikan pengawasan selama siswa beraktivitas di pantai sekaligus mengenalkan pentingnya keselamatan di lingkungan perairan. Seluruh petugas dilengkapi peralatan pendukung untuk mengantisipasi kondisi darurat," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu.
Selain melakukan pengamanan, personel SAR memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip penyelamatan. Materi yang ditekankan adalah pentingnya mengutamakan keselamatan penolong serta melakukan penilaian risiko sebelum bertindak.
Abdul Rahman menjelaskan bahwa kesadaran akan keselamatan laut menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Natuna. Wilayah ini merupakan daerah kepulauan yang berada di perbatasan Indonesia, dikelilingi hamparan laut yang luas.
"Natuna memiliki karakteristik wilayah yang didominasi laut. Karena itu, pemahaman tentang keselamatan di perairan perlu terus ditanamkan kepada masyarakat, termasuk anak-anak sebagai generasi penerus," katanya.
Rihlah Tarbiyah sendiri merupakan kegiatan luar ruang yang dirancang untuk mempererat kebersamaan antarsiswa melalui aktivitas edukatif dan rekreatif. Selain menjadi sarana belajar di alam terbuka, kegiatan ini tetap mengedepankan pembinaan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan di Pantai Cemaga berlangsung lancar dan aman hingga selesai. SAR Natuna menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kerja sama dengan sekolah, organisasi, maupun instansi yang membutuhkan sosialisasi, edukasi keselamatan, hingga pelatihan SAR di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan budaya sadar keselamatan dapat tumbuh sejak dini, khususnya bagi masyarakat yang hidup dan beraktivitas di kawasan pesisir serta kepulauan.