BINTAN — Angka itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan Ronny Kartika saat membuka Job Fair Bintan 2026 di KEK Galang Batang, Jumat. Ia menyebut kenaikan jumlah lowongan menjadi bukti iklim investasi di Bintan terus menggeliat.
"Kami ingin investasi yang tumbuh di Bintan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja lokal yang berkualitas dan berdaya saing," ujar Ronny.
Pemerintah daerah juga menyediakan unit layanan disabilitas ketenagakerjaan dalam job fair ini. Ronny menegaskan langkah itu sebagai komitmen terhadap kesempatan kerja yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Ronny memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Bintan menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan dari 5,43 persen pada 2023 menjadi 4,53 persen pada 2024.
Jumlah penempatan tenaga kerja juga meningkat drastis. Dari 1.507 orang pada 2024, angka itu melonjak menjadi 3.673 orang pada 2025.
Sekda mengajak para pencari kerja terus meningkatkan kompetensi, keterampilan digital, dan penguasaan bahasa asing. Menurutnya, hal itu menjadi kunci agar mampu bersaing di dunia kerja yang makin kompetitif.
"Kami akan terus memperkuat berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, memperluas kerja sama dengan dunia industri, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif," ucap Ronny.
Salah seorang pencari kerja, Dimaz (20), ikut Job Fair Bintan 2026 untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai kompetensinya. Lulusan SMK jurusan listrik ini melamar lowongan formasi teknisi listrik di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
"Mudah-mudahan diterima, apalagi ini memang bidang saya," ucapnya.
Ratusan pencari kerja lainnya melamar di sejumlah perusahaan, seperti Bintan Celular Indonesia hingga PT Bintan Electrolytic Aluminium.
Kepala Administrator KEK Galang Batang Vita Budhi Sulistyo berharap job fair ini dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan tenaga kerja lokal yang kompeten. Menurut dia, kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku industri.
"KEK Galang Batang akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri yang inklusif dan berkelanjutan sehingga investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Vita.