Game yang pertama kali dirilis sebagai proyek rumahan pada tahun 2004 ini mendapat sentuhan HD dari Nicalis pada November 2011 lalu. Dengan banderol harga $10 (sekitar Rp 160 ribu), pemain mendapatkan paket lengkap berupa remaster grafis, soundtrack yang diaransemen ulang, serta tantangan bonus baru seperti boss rush dan mode platforming tanpa ampun.
Di sebuah forum diskusi Cave Story, pengguna bernama X-Calibar melontarkan kritik tajam terhadap keputusan Nicalis mengubah dialog Balrog — bos yang bentuknya seperti koper. "Oh yeah? What kind of charge is that?! Even 'Booyah!' might make more sense," tulisnya, menunjukkan kekecewaan pada pilihan kata yang dianggapnya kurang greget.
Perubahan ini menjadi simbol perdebatan yang lebih besar: sejauh mana sebuah remaster berhak mengubah elemen ikonik dari game orisinal? Bagi penggemar lama, "Huzzah!" bukan sekadar kata seru, melainkan bagian dari identitas unik Cave Story yang terasa hangat dan sopan — kontras dengan game petualangan bawah tanah lainnya.
Meski menuai kontroversi di sisi narasi, Nicalis patut diacungi jempol untuk pendekatan sensitif mereka dalam meremaster game ini. Seni baru yang dihadirkan berhasil mengembangkan gaya retro orisinal tanpa jatuh ke dalam jebakan visual yang terlalu manis atau berlebihan. Remix soundtrack juga mendapat pujian karena tetap mempertahankan semangat lagu-lagu asli sambil memberikan warna baru.
Dari segi gameplay, Cave Story+ tetap mempertahankan sistem level senjata yang menjadi ciri khasnya. Pemain yang terampil akan dihadiahi serangan lebih kuat, sementara mereka yang ceroboh akan mengalami penurunan level senjata jika terlalu sering terkena serangan musuh. Mekanisme ini menciptakan keseimbangan unik antara imbalan dan risiko — manis di permukaan, tetapi asam di dalamnya.
Nicalis juga menambahkan sejumlah tantangan baru yang akan menguji nyali pemain paling tangguh sekalipun. Mode boss rush, rintangan platforming tanpa ampun, dan opsi mengulang kampanye dengan karakter utama berbeda memberikan alasan kuat untuk melakukan playthrough kedua. Bahkan, pemain yang sudah menghabiskan puluhan jam di versi orisinal akan menemukan hal baru untuk dieksplorasi.
Para speedrunner dan pembuat panduan strategi telah lama jatuh cinta pada game yang tampak sederhana ini. Dengan versi HD, mereka mendapatkan alasan baru untuk menyelami lebih dalam rahasia-rahasia yang tersembunyi di dunia bawah tanah yang dirancang dengan cermat oleh Amaya.
Cave Story+ tetap layak dimainkan oleh siapa pun yang melewatkan fenomena indie pertama yang membuktikan bahwa satu orang pun bisa menciptakan mahakarya. Perubahan terjemahan mungkin mengganggu segelintir penggemar lama, tetapi kualitas inti game ini — level yang rumit tanpa membingungkan, alur cerita yang bercabang, dan persenjataan yang memuaskan — tetap utuh.
Seperti kata seorang teman lama: Huzzah — setidaknya untuk versi yang masih menyimpan semangat asli di balik lapisan HD-nya yang baru.