NATUNA — Kepala Karantina Kepri Hasim mengonfirmasi bahwa seluruh cengkih yang dikirim telah melalui serangkaian pemeriksaan ketat. Mulai dari kelengkapan administrasi hingga uji laboratorium terhadap kesehatan media pembawa komoditas. Hasilnya, cengkih asal Natuna bebas dari kumbang tanduk panjang dan hama penggerek batang.
Berasal dari Enam Pulau di Natuna
Pengiriman sebanyak 188,7 ton rempah itu terdiri atas 152,7 ton bunga cengkih dan 36 ton tangkai cengkih. Karantina Kepri mencatat, komoditas tersebut dikumpulkan dari enam pulau di Kabupaten Natuna, meliputi Serasan, Pulau Laut, Pulau Midai, Pulau Tiga, Pulau Bunguran, dan Pulau Sedanau.
Industri Parfum hingga Rokok Jadi Sasaran Pasar
Hasim menegaskan cengkih Natuna diminati berbagai sektor industri nasional, seperti industri parfum, kosmetik, dan rokok. "Sampel cengkih sudah diambil untuk pengujian laboratorium Karantina Tumbuhan di Batam. Berdasarkan sertifikat hasil pengujian, cengkih tersebut bebas dari kumbang tanduk panjang, hama penggerek batang," ucapnya.
Pertanian Buktikan Diri di Tengah Ketidakpastian Global
Menurut Hasim, cengkih menjadi salah satu komoditas penting dengan nilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Natuna. Selama ini sektor perikanan memang memiliki andil besar di daerah perbatasan itu. Namun, pengiriman cengkih membuktikan bahwa Natuna juga memiliki berkah melimpah dari sektor pertanian.
"Pengiriman cengkih ini membuktikan sektor pertanian terus produktif di tengah-tengah kondisi global yang tidak pasti. Pertanian mampu menopang denyut nadi perekonomian daerah di perbatasan," katanya.
Mengapa Pengiriman Ini Penting bagi Natuna?
Keberhasilan ekspor cengkih ke Semarang menjadi sinyal positif bagi petani di Natuna. Komoditas ini membuka peluang diversifikasi ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada sektor perikanan. Dengan jaminan mutu dan sertifikat bebas hama dari Karantina Kepri, cengkih Natuna diyakini mampu bersaing di pasar nasional yang lebih luas.