KEPULAUAN RIAU — Realisasi investasi hilirisasi mineral terus menunjukkan akselerasi. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, dana yang mengalir ke sektor pengolahan mineral dalam negeri sudah menembus Rp98,3 triliun.
Angka tersebut berkontribusi signifikan terhadap total investasi nasional. Capaian ini menjadi indikator bahwa kebijakan hilirisasi yang digencarkan pemerintah mulai menuai hasil konkret.
MIND ID, holding BUMN pertambangan, menjadi pemain kunci dalam realisasi investasi ini. Perusahaan pelat merah itu tercatat sebagai magnet utama yang menarik modal besar ke sektor hilirisasi.
Beberapa proyek strategis yang digarap meliputi pembangunan smelter dan fasilitas pemurnian mineral di sejumlah kawasan industri. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk menghentikan ekspor bahan mentah dan mendorong nilai tambah di dalam negeri.
Direksi MIND ID sebelumnya menyatakan bahwa seluruh anggota holding berkomitmen mempercepat proyek hilirisasi. Komitmen itu diwujudkan dengan alokasi belanja modal yang signifikan pada tahun ini.
Investasi sebesar Rp98,3 triliun tidak hanya berdampak pada neraca investasi nasional. Proyek-proyek hilirisasi juga membuka lapangan kerja baru di daerah-daerah sentra tambang.
Di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, pembangunan smelter menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Selain itu, efek berganda dari aktivitas konstruksi dan operasional pabrik turut menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah di sekitar lokasi proyek.
Pemerintah menargetkan nilai investasi hilirisasi mineral terus meningkat hingga akhir tahun. Dengan momentum yang sudah terbangun, target tersebut dinilai realistis untuk dicapai.
Realisasi investasi triwulan I ini menjadi modal awal yang kuat. Jika konsisten, hilirisasi mineral akan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.