Pencarian

Pemerintah Siapkan Batam Jadi Pusat Perawatan Pesawat Nasional, Bidik Investasi Rp 16 Triliun

Rabu, 10 Juni 2026 • 12:30:01 WIB
Pemerintah Siapkan Batam Jadi Pusat Perawatan Pesawat Nasional, Bidik Investasi Rp 16 Triliun
Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan siapkan Batam sebagai pusat perawatan pesawat nasional.

BATAM — Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kementerian Perhubungan dan BP Batam mulai menyusun peta jalan pengembangan Batam sebagai pusat perawatan pesawat. Rencana ini mengemuka dalam Indonesia MRO Summit (IMROS) di Batam, Selasa (10/6/2026).

Mengapa Batam Dipilih Jadi Pusat MRO Nasional?

Letak geografis Batam di jalur perdagangan internasional dan kedekatannya dengan Singapura menjadi modal utama. Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menyebut Bandara Hang Nadim memiliki potensi besar untuk menjadi pusat aerospace dan maintenance.

"Kami masih memiliki sekitar 100 hektare lahan yang dapat dikembangkan untuk mendukung industri MRO dan sektor aerospace lainnya," ujar Fary.

Investasi Rp 16 Triliun dan Lahan 100 Hektare Siap Digarap

Proyek Batam Aero Technic (BAT) yang sudah berjalan di kawasan ekonomi khusus menjadi fondasi awal. Fary menambahkan BP Batam terus mempercepat layanan investasi melalui penyederhanaan perizinan dan peningkatan kepastian regulasi untuk menarik investor jangka panjang.

Ketersediaan lahan menjadi faktor krusial karena industri perawatan pesawat membutuhkan ruang besar untuk hanggar, pergudangan komponen, fasilitas pelatihan teknisi, hingga industri pendukung lainnya.

Konektivitas Jadi Syarat Utama Pengembangan Hub MRO

Sekretariat Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rustam Efendi menekankan pentingnya integrasi pelabuhan laut, bandara, dan pusat industri. Pemerintah mengandalkan National Logistics Ecosystem (NLE) untuk mempercepat distribusi barang dan komponen aviasi.

"Prioritasnya menjadikan beberapa tempat sebagai hub MRO. Di antaranya Batam, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Untuk membangun hub itu konektivitas menjadi penting, bagaimana mengintegrasikan pelabuhan laut dengan pelabuhan udara dan pusat-pusat industri termasuk MRO," kata Rustam.

Biaya Perawatan Bisa Ditekan 16-20 Persen, Tiket Pesawat Berpotensi Turun

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Sokhib Al Rokhman mengungkapkan bahwa biaya perawatan pesawat saat ini mencapai 16 hingga 20 persen dari total biaya operasional maskapai. Penguatan industri MRO domestik diharapkan bisa menekan angka tersebut tanpa mengorbankan keselamatan.

Pemerintah telah melonggarkan sejumlah pembatasan impor komponen pesawat dan mendorong penerapan tarif bea masuk nol persen untuk komponen tertentu. "Penguatan kapasitas MRO domestik diharapkan dapat membantu menjaga harga tiket pesawat tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah tekanan ekonomi global," ujar Sokhib.

Empat Kota Jadi Simpul Utama Industri Perawatan Pesawat

Selain Batam, Jakarta, Surabaya, dan Makassar juga disiapkan sebagai simpul utama yang terintegrasi dengan pelabuhan, bandara, dan kawasan industri. Rustam menegaskan peran Kemenko Infrastruktur fokus pada sinkronisasi kebijakan lintas sektor agar ekosistem logistik nasional mampu mendukung industri strategis ini.

"Kalau di Kepri, tugas Kemenko Infrastruktur yakni mendukung upaya yang sudah dilakukan kementerian dan lembaga teknis agar menciptakan aksesibilitas dan konektivitas yang efektif dan efisien," kata Rustam.

Bagikan
Sumber: gokepri.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks