KEPULAUAN RIAU — Kepastian Shin Tae-yong menukangi Persija Jakarta diumumkan melalui kanal YouTube resmi klub. Dalam wawancara tersebut, juru taktik berusia 55 tahun itu blak-blakan soal alasan di balik keputusannya menolak dua tawaran dari luar negeri. Ia menyebut adaptasi menjadi pertimbangan utama.
“Sebelum tawaran dari Persija Jakarta, sudah ada tawaran dari Liga Jepang dan China,” ungkap Shin Tae-yong. Ia menambahkan, bakal ada kesulitan jika memilih klub China karena harus memulai dari nol sebagai pelatih asing yang tidak mengenal lingkungan.
“Kalau misalnya ke China, mungkin ada kesulitan ya, salah satunya seperti pelatih asing yang baru datang jadi enggak kenal apa-apa. Tetapi kan ya kalau Jakarta saya sangat kenal,” imbuhnya.
Selain faktor adaptasi, STY—sapaan akrabnya—juga memiliki ikatan emosional dengan Jakarta. “Sebenarnya hanya satu hal saja (alasan memilih Persija), ini tim ibu kota dan juga ya memang sudah cinta Jakarta jadi akhirnya memilih Jakarta,” tutur pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Keputusan Shin Tae-yong memilih Persija dinilai logis. Selama lima tahun menukangi Timnas Indonesia, sejak akhir 2019 hingga awal 2025, ia sudah kenyang mengamati dinamika sepak bola tanah air. Ia rutin memantau kompetisi Liga 1 demi berburu talenta terbaik untuk skuad Garuda.
Berbekal pengalaman tersebut, proses adaptasi STY di Persija diprediksi bakal berjalan lebih mulus. Pelatih yang akrab dengan karakter pemain lokal itu kini siap membangun skuad Macan Kemayoran.
Shin Tae-yong resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta pekan lalu. Kepindahan ini menjadi salah satu berita transfer paling menarik di Liga 1 musim ini.