ANAMBAS — Kedatangan Ustadz Das’ad Latif di Pulau Jemaja disambut langsung oleh tiga camat se-Pulau Jemaja, yakni Camat Jemaja, Camat Jemaja Timur, dan Camat Jemaja Barat, serta para kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Mereka telah menanti kehadiran penceramah asal Sulawesi Selatan itu sejak pagi.
Rombongan bertolak dari Air Sena menggunakan Speedboat Anambas 6 milik Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas pada pukul 06.45 WIB. Awalnya, kapal dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pemda Letung. Namun, nahkoda memutuskan mengalihkan tujuan ke Pelabuhan Padang Melang setelah menilai kondisi gelombang di sekitar pelabuhan utama cukup tinggi.
Keputusan itu diambil demi menjamin keselamatan seluruh penumpang. Rombongan akhirnya tiba di Pelabuhan Padang Melang sekitar pukul 08.20 WIB — selisih sekitar 35 menit dari perkiraan waktu tempuh normal.
Setelah tiba, Ustadz Das’ad Latif dan rombongan sempat singgah di Resto Miranti untuk sarapan pagi. Agenda utama baru dimulai setelah itu: menuju Masjid Al Kautsar di Letung untuk menyampaikan tausiah dalam rangkaian tabligh akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kehadiran penceramah yang dikenal dengan dakwahnya yang dekat dengan masyarakat ini diharapkan mampu mempererat ukhuwah Islamiyah serta memberikan motivasi dan pencerahan spiritual bagi warga Pulau Jemaja.
Warga Pulau Jemaja, yang merupakan salah satu kecamatan di ujung utara Kepulauan Riau, jarang mendapat kunjungan dai kondang berskala nasional. Tabligh akbar ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu, terutama bagi mereka yang tidak bisa mengakses pusat kegiatan keagamaan di ibu kota kabupaten, Tarempa.
Pantauan di lokasi menunjukkan, masyarakat mulai berdatangan ke Masjid Al Kautsar sejak pukul 08.00 WIB, sebelum rombongan tiba. Sejumlah pedagang kaki lima juga tampak menyiapkan dagangan di sekitar area masjid.