KEPULAUAN RIAU — Keputusan FERC yang diumumkan pada Kamis lalu ini mewajibkan operator grid untuk memastikan data center dapat terhubung secara tepat waktu dan tertib. Pusat data sendiri tetap harus menanggung biaya interkoneksi. Komisioner FERC menyetujui perintah ini dengan suara bulat.
Perintah ini merupakan respons atas desakan Menteri Energi AS, Chris Wright. Pada Oktober lalu, Wright memperingatkan bahwa keterlambatan koneksi data center ke jaringan listrik telah mengancam daya saing AS di bidang kecerdasan buatan (AI). Sejak saat itu, sentimen publik terhadap AI dan pusat data justru memburuk secara signifikan.
Antrean koneksi ke jaringan listrik saat ini sangat panjang. Hingga akhir 2023, permintaan koneksi dari pembangkit listrik baru saja sudah melebihi total kapasitas pembangkit yang ada saat ini. Artinya, antrean untuk masuk ke grid lebih panjang dari kemampuan grid itu sendiri.
Di sisi lain, permintaan listrik dari pusat data diperkirakan akan hampir tiga kali lipat pada tahun 2035. Operator grid yang selama dua dekade terbiasa dengan pertumbuhan permintaan mendekati nol, kini kewalahan. Operator terbesar di AS, PJM, bahkan disebut-sebut berada dalam situasi kacau—beberapa perusahaan utilitas besar mengancam akan keluar.
Meskipun banyak proyek yang gagal terhubung, proyek yang berhasil tersambung justru memicu lonjakan harga listrik di berbagai wilayah. Menurut laporan Bloomberg, harga listrik grosir di beberapa daerah naik hingga 267 persen dibandingkan lima tahun lalu.
Karena frustrasi dengan lambatnya koneksi grid, perusahaan teknologi dan pengembang mulai beralih ke pembangkit listrik di lokasi sendiri (behind-the-meter power). Solusi ini biasanya lebih mahal dan rumit secara teknis, namun menjadi pilihan terakhir yang terpaksa diambil.
FERC juga membuka celah bagi startup teknologi kelistrikan. Komisi mengarahkan operator grid untuk mempertimbangkan "teknologi transmisi alternatif". Meski tidak disebutkan secara spesifik, arahan ini mencakup inovasi seperti transformator solid-state atau kabel transmisi superkonduktor.
Operator grid kini memiliki waktu 30 hari untuk melaporkan kapasitas pembangkit yang tersisa. Dalam 60 hari ke depan, mereka juga harus "mempertahankan atau me