KEPULAUAN RIAU — Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jatim, Dana Puspitasari, mengakui bahwa ketiadaan listrik jelas memukul produktivitas masyarakat. Baik sektor industri, usaha kecil, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari semuanya bergantung pada tenaga listrik.
"Kami memahami bahwa ketidaksedian listrik itu akan sangat mempengaruhi aktivitas dari masyarakat, pelanggan kami dari sisi kesehariannya atau bahkan juga ekonomi ya, penghasilannya," kata Dana kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (18/6/2026).
Namun, ia menegaskan bahwa saat ini PLN belum melakukan penghitungan dampak ekonomi karena fokus utama masih pada upaya optimalisasi sistem kelistrikan yang ada. "Nah, untuk hitung-hitungan sendiri kami belum melakukan itu karena kami saat ini masih sangat berfokus untuk bisa mengatur dan melakukan optimalisasi kelistrikan yang ada," ujarnya.
Untuk mengurangi keluhan pelanggan, PLN menerapkan sistem pengaturan beban secara bertahap dan dalam skala kecil. Tujuannya, agar wilayah yang sudah mengalami pemadaman tidak terus-menerus terkena giliran pada hari berikutnya.
"Kami upayakan itu tidak berulang, jadinya tidak setiap kami mungkin satu pelanggan seakan-akan 'Oh aku mati tiap hari' enggak gitu kan ya," ungkap Dana.
Strategi ini dilakukan dengan memotong beban listrik dalam durasi pendek dan volume kecil. Langkah itu diambil untuk mencegah gangguan yang lebih besar pada sistem kelistrikan Jawa Timur secara keseluruhan. "Kita meminimalkan istilahnya, jadi beban ini kita upayakan kecil-kecil dulu dengan durasi yang tidak terlalu panjang," jelasnya.
PLN juga meningkatkan koordinasi dengan pemangku kepentingan demi mengurangi dampak pemadaman terhadap layanan publik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang berlangsung di sejumlah titik di Jawa Timur.
"Kemarin juga kami sempat mendapatkan informasi adanya kegiatan OSN yang tersebar. Itu pun juga kita upayakan bahwa untuk lokasi-lokasi kegiatan tersebut kita upayakan untuk tetap bisa optimal menyelenggarakan," kata Dana.
Selain itu, perusahaan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pengelola objek vital. Peringatan dini diberikan agar mereka bisa menyiapkan sumber listrik cadangan jika wilayahnya masuk dalam skema manajemen beban.
Hingga saat ini, PLN UID Jatim belum bisa memastikan kapan pemadaman bergilir akan berakhir. Sebab, pasokan daya yang diterima di tingkat distribusi masih bergantung penuh pada kondisi pembangkit dan sistem kelistrikan di tingkat hulu.
"Nah, ini kami enggak bisa menjawab sampai kapannya karena memang kita given (diberi pasokan) ya. Kita pengelola distribusi mendapatkan given terkait daya yang kita terima," pungkas Dana.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ketidakpastian pasokan listrik di Jawa Timur masih akan berlanjut, setidaknya hingga sistem pembangkit di hulu kembali normal.