RANAI — Gangguan pada satu unit mesin pembangkit di PLTD Ranai memaksa PT PLN (Persero) ULP Natuna menerapkan pengaturan beban. Manajer PLN ULP Natuna, Rafki Chandra, menjelaskan bahwa pengurangan pasokan dilakukan secara sementara di sejumlah wilayah pada waktu tertentu.
“Langkah pengurangan pasokan listrik sementara ini terpaksa dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Bunguran,” ujar Rafki di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026) siang. Ia menambahkan, langkah ini untuk mencegah meluasnya gangguan yang bisa berdampak lebih besar.
Material Perbaikan Dikirim dari Tanjungpinang
Tim teknis PLN saat ini bekerja intensif memperbaiki unit yang bermasalah. Untuk mempercepat proses, material pengganti yang dibutuhkan tengah dalam perjalanan dari Tanjungpinang menuju Natuna menggunakan KM Bukit Raya.
“Material pengganti yang dibutuhkan dalam perbaikan saat ini sedang dalam perjalanan dari Tanjungpinang menuju Natuna menggunakan KM Bukit Raya,” ungkap Rafki. Berdasarkan estimasi, proses perbaikan dan normalisasi sistem ditargetkan selesai pada 16 Juni 2026, tergantung kondisi teknis di lapangan dan kelancaran distribusi material.
PLN Minta Maaf dan Imbau Gunakan Listrik Bijak
PLN menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul. “Kami memahami kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan pelanggan. Untuk itu kami memohon maaf atas terganggunya kenyamanan layanan kelistrikan,” kata Rafki.
Selama masa pemulihan, PLN berkomitmen memberikan informasi perkembangan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan. Masyarakat diimbau untuk menggunakan listrik secara bijak dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan sistem kelistrikan Bunguran. Seluruh upaya akan terus dilakukan agar pasokan listrik di Natuna dapat kembali normal dalam waktu sesingkat-singkatnya.