BINTAN — Sebanyak 137 petugas yang terdiri dari 117 pendata dan 20 pengawas telah disiapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bintan untuk menyisir seluruh aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan di Aula Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Kamis (25/6/2026).
Bupati Roby Kurniawan menekankan bahwa di tengah perkembangan ekonomi yang dinamis dan transformasi digital, data statistik yang akurat menjadi kebutuhan mutlak bagi pemerintah. Tanpa data yang valid, kebijakan pembangunan berisiko meleset dari sasaran.
"Data yang akurat akan membantu kita menentukan kebijakan yang tepat. Data yang berkualitas akan membantu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat. Dan data yang terpercaya akan menjadi pondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Bintan yang maju, mandiri, dan sejahtera," ujar Roby dalam sambutannya.
Plt. Kepala BPS Kabupaten Bintan, Donny Cahyo Wibowo, mengimbau masyarakat agar tidak khawatir. Sensus Ekonomi bukanlah kegiatan perpajakan, melainkan pendataan untuk menggambarkan kondisi ekonomi riil hingga tingkat desa.
Seluruh petugas telah menjalani pelatihan intensif selama lima hari. Mereka dilengkapi atribut resmi berupa rompi, tanda pengenal dengan barcode QR, dan surat tugas. "Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas dan memberikan data yang benar sesuai kondisi di lapangan," kata Donny.
Bupati menjelaskan bahwa sensus yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini akan memotret jumlah dan karakteristik unit usaha, persebaran aktivitas ekonomi, tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, hingga produktivitas usaha. Hasilnya akan menjadi modal penting bagi Bintan.
Dengan posisi geografis yang strategis dan potensi ekonomi yang beragam, Bintan membutuhkan data komprehensif agar setiap program pembangunan berjalan lebih efektif. "Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik. Setiap data yang diberikan memiliki arti penting bagi masa depan pembangunan ekonomi Kabupaten Bintan," tegas Roby.
Pencanangan sensus ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan Sensus Ekonomi 2026. Bupati mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, pelaku usaha, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan media massa untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pendataan.
Melalui sensus ini, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi sektor unggulan, memetakan potensi ekonomi baru, dan memperkuat daya saing daerah. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan strategi pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bintan.