234 Atlet dan Ofisial Tanjungpinang Siap Berlaga di POPDA Kepri 2026, Target Juara Umum

Penulis: Zulkifli Arief  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 21:15:31 WIB
Kontingen Tanjungpinang berjumlah 234 atlet dan ofisial siap berlaga di POPDA Kepri 2026.

TANJUNGPINANG — Kontingen Tanjungpinang untuk POPDA X Kepri 2026 sudah memasuki masa akhir persiapan. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Tanjungpinang, Ruli Friady, mengonfirmasi total personel yang dikirim mencapai 234 orang.

“Total kontingen kita 234 orang, terdiri dari 186 atlet pelajar dan sisanya pelatih serta ofisial,” ujarnya, Kamis (25/6/2026), dikutip dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Jadwal Keberangkatan Bertahap ke Karimun

Setelah dilepas wali kota, atlet akan diberangkatkan secara bertahap menyesuaikan jadwal pertandingan. Tim sepak bola menjadi rombongan pertama yang bertolak pada 29 Juni karena jadwal tanding lebih awal.

Sementara itu, sebagian besar atlet akan berangkat pada 2 Juli, bertepatan dengan upacara pembukaan resmi POPDA X Kepri di Karimun. Dispora memastikan seluruh logistik dan akomodasi telah disiapkan untuk mendukung performa atlet selama berlaga.

Tiga Cabang Andalan untuk Borong Medali

Dispora Tanjungpinang menaruh harapan besar pada tiga cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang emas. Pencak silat, atletik, dan renang disebut sebagai lumbung medali paling potensial.

“Kalau performa maksimal, peluang meraih juara umum juga terbuka,” kata Ruli.

Selain 10 cabang yang dipertandingkan, kontingen Tanjungpinang juga akan mengikuti cabang eksibisi karate. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi ajang uji coba bagi atlet muda sebelum berkompetisi di level lebih tinggi.

Persiapan Tiga Bulan, Lebih Panjang dari Sebelumnya

Ruli menjelaskan bahwa seluruh atlet telah menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan. Durasi ini lebih panjang dibandingkan persiapan pada POPDA edisi sebelumnya.

“Persiapan sudah cukup panjang, tinggal bagaimana atlet menjaga fokus dan tampil maksimal di lapangan,” ujarnya.

Pemkot Tanjungpinang berharap atlet tidak terbebani target. Ruli menekankan agar para pelajar menjadikan ajang ini sebagai momentum pembuktian diri.

“Jadikan ajang ini sebagai tantangan untuk meraih prestasi, bukan beban,” kata dia.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: alurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top