TANJUNGPINANG — Warga yang melintas di Jalan Raya Dompak, Tanjungpinang, Kamis pagi melihat pemandangan berbeda. Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Sekda Provinsi Kepri Misni ikut memangkas semak dan mengumpulkan sampah di bahu jalan.
Kegiatan ini bukan seremoni. Ansar turun langsung sejak pukul 07.00 WIB, memegang sabit dan karung sampah, berbaur dengan ratusan ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Lokasi pembersihan membentang dari lampu lalu lintas depan Kantor Camat Bukit Bestari hingga depan Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Para peserta membersihkan rumput liar, memotong semak di tepi jalan, dan merapikan lingkungan sekitar.
Ini adalah titik keempat dari rangkaian gerakan Kamis Gotong Royong. Sebelumnya, kegiatan serupa menyasar kawasan tepi laut, Pulau Penyengat, Bandara Raja Haji Fisabilillah, dan Jalan Aisyah Sulaiman.
Ansar menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak bisa hanya menjadi tugas petugas kebersihan. Menurutnya, kesadaran warga adalah kunci utama. "Gotong royong ini bukan sekadar membersihkan jalan, tetapi membangun kesadaran bersama bahwa lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita semua," ujar Ansar di sela kegiatan.
Ia menambahkan, jika budaya ini terus dipelihara, Kepri akan semakin nyaman, sehat, dan indah. Pemerintah provinsi berencana menggerakkan gotong royong secara berkelanjutan di berbagai wilayah.
Ansar mengajak masyarakat untuk tidak menunggu kegiatan resmi. Ia meminta warga memulai dari lingkungan rumah masing-masing. "Hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan sekitar akan memberikan dampak besar bagi wajah daerah kita," kata Ansar.
Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan gerakan ini tidak berhenti sebagai acara rutin, tetapi mengakar menjadi budaya. Tujuannya: lingkungan bersih, sehat, asri, dan memperkuat citra Kepri sebagai daerah nyaman untuk dihuni maupun dikunjungi.
Dalam kesempatan itu, Ansar tidak menyebut sanksi spesifik. Namun, ia menekankan pendekatan persuasif dan pembiasaan lebih diutamakan ketimbang hukuman. Pemerintah akan terus mengedukasi masyarakat lewat contoh langsung seperti gotong royong ini.
Gerakan Kamis Gotong Royong dijadwalkan berlangsung setiap pekan. Setiap kali, lokasi akan berganti ke wilayah yang belum tersentuh. Pekan depan, pemerintah akan mengumumkan titik baru melalui kanal resmi Pemprov Kepri.