TANJUNGPINANG — Keputusan mundurnya Kepri sebagai tuan rumah Porwil Sumatera 2027 dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Misni, di Tanjungpinang, Kamis. Pemprov telah menyurati secara resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terkait pembatalan mandat yang sebelumnya diberikan melalui KONI Sumatera dan KONI Pusat.
Misni menjelaskan, pembatalan ini bukan keputusan mendadak. Pemprov Kepri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur, sarana dan prasarana lokasi pertandingan, serta kemampuan keuangan daerah dalam APBD tahun anggaran 2027. Hasilnya, Kepri dinilai belum dapat memenuhi standar kesiapan yang dipersyaratkan untuk menyelenggarakan pesta olahraga multicabang tersebut secara optimal.
"Keputusan ini diambil setelah Pemprov Kepri melakukan kajian mendalam terhadap evaluasi kesiapan infrastruktur, sarana prasarana lokasi, serta kemampuan keuangan daerah pada APBD tahun anggaran 2027," kata Misni.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri, Darson, menambahkan bahwa efisiensi anggaran daerah menjadi salah satu pemicu utama pembatalan. Ia menyebutkan bahwa tren pemangkasan anggaran di tingkat pusat juga berdampak pada kegiatan olahraga nasional. "Bahkan, di tingkat Kemenpora pun banyak kegiatan batal dampak efisiensi anggaran, seperti pelaksanaan pra-pekan olahraga pelajar nasional (Prapopnas)," ucap Darson.
Porwil Sumatera sendiri merupakan babak kualifikasi bagi atlet untuk menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Mundurnya Kepri dipastikan akan mengubah jadwal dan persiapan yang telah dikoordinasikan sejak awal.
Pemprov Kepri menyatakan siap berkoordinasi dan mendukung proses penunjukan tuan rumah pengganti bersama KONI se-Sumatera. Misni juga menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan ini. "Kami siap berkoordinasi dan mendukung proses penunjukan tuan rumah Porwil Sumatera pengganti bersama KONI se-Sumatera. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.
Dampak paling langsung dirasakan oleh para atlet dan pelatih di Kepri yang telah mempersiapkan diri untuk berlaga di ajang kualifikasi menuju PON. Selain itu, jadwal kompetisi olahraga di tingkat Sumatera juga harus disusun ulang karena salah satu tuan rumah utama mengundurkan diri.
Keputusan ini justru diambil untuk menjaga kesehatan fiskal daerah. Dengan membatalkan diri sebagai tuan rumah, Pemprov Kepri dapat mengalokasikan anggaran yang semula disiapkan untuk infrastruktur dan penyelenggaraan Porwil ke sektor lain yang lebih prioritas sesuai kondisi keuangan daerah.
Belum ada kepastian jadwal baru setelah Kepri mundur. KONI Sumatera dan KONI Pusat harus segera menunjuk provinsi pengganti untuk memastikan ajang kualifikasi menuju PON ini tetap berjalan sesuai rencana.