TANJUNGPINANG — Stan Pemerintah Kota Tanjungpinang di MTQ XII Kepri 2026 mengusung tema "Bersyair Gurindam, Beradat, dan Berbudaya". Fasad bangunan utama stan mengadopsi arsitektur rumah Melayu tradisional yang dipadukan ukiran khas daerah dan motif kaligrafi Islam. Pintu masuk berbentuk lengkungan menyerupai mihrab masjid, sementara di sisi kiri berdiri replika perahu layar yang merepresentasikan sejarah maritim Tanjungpinang sebagai pusat pelabuhan dan perdagangan internasional pada masa Kesultanan Riau-Lingga.
Di sisi kanan stan, panitia memajang karya sastra monumental Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Pemilihan warna merah, emas, kuning, dan krem pada seluruh tampilan stan memiliki filosofi keberanian, kejayaan, religiusitas, serta kesederhanaan. Lanskap stan juga dipercantik dengan ornamen pucuk rebung dan tanaman hijau untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Stan ini menjadi etalase bagi puluhan produk UMKM binaan Pemkot Tanjungpinang yang telah mengantongi sertifikat halal. Produk kuliner yang dipamerkan antara lain Air Dohot, kue deram-deram, aneka olahan hasil laut, dan makanan ringan berbahan umbi-umbian. Sementara di sektor kriya dan fesyen, pengunjung dapat menemukan Batik Tanjungpinang, ecoprint, tanjak, songkok, jilbab, kerajinan rajut, hingga kerajinan berbahan kerang.
Seluruh transaksi di stan selama enam hari penyelenggaraan MTQ dilakukan secara digital menggunakan sistem QRIS. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Hj. Riany, S.Sos., M.M., mengatakan pihaknya melakukan kurasi ketat terhadap setiap produk yang dipamerkan untuk memastikan kualitas dan legalitasnya.
"Kami mengurasi secara ketat produk-produk UMKM yang ditampilkan di stan ini untuk memastikan kualitas dan legalitasnya, termasuk sertifikasi halal. Melalui ajang berskala provinsi ini, kami ingin memfasilitasi pelaku usaha perdagangan dan industri kreatif lokal agar bisa naik kelas. Penggunaan transaksi QRIS di stan juga menjadi bukti bahwa UMKM kita siap menuju ekosistem digital yang lebih efisien," ujar Riany.
Menurut Riany, kehadiran stan tersebut diharapkan menjadi sarana promosi budaya sekaligus memperluas pasar produk lokal Tanjungpinang kepada masyarakat dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.