Prosesi pembukaan diawali defile kafilah dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri yang berjalan meriah di kawasan Alun-Alun Gurindam 12. Gubernur Ansar kemudian secara simbolis membuka acara dengan memukul kompang bersama, disaksikan ribuan warga dan pejabat daerah.
MTQ XII mengusung tema “Dengan Qur’an Membangun Kepri”. Kota Tanjungpinang menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya dalam perhelatan tingkat provinsi ini.
Kepala LPTQ Provinsi Kepri yang juga Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura merinci jumlah peserta: 186 putra dan 184 putri. Mereka akan berlomba di tujuh venue yang tersebar di Tanjungpinang pada 5–8 Juli 2026.
Cabang yang diperlombakan meliputi Tilawah Al-Qur’an, Tartil, Qira’at, Hifzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an (Kaligrafi), Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
“Angka dan data yang saya sampaikan bukan sekadar catatan administratif. Di baliknya ada 370 anak negeri Kepulauan Riau yang telah berbulan-bulan menghafal, melafalkan, dan menghayati setiap ayat suci Al-Qur’an,” ujar Nyanyang dalam sambutannya.
Dalam pidato pembukaannya, Ansar menegaskan bahwa MTQ memiliki makna lebih dari sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an. Menurutnya, momentum ini harus digunakan untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kepri.
“Sesungguhnya MTQ adalah momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat. Membangun daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik atau capaian indikator ekonomi dan sosial semata, tetapi yang jauh lebih penting adalah membangun kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah,” kata Ansar.
Ia menambahkan bahwa pembangunan karakter merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Tema “Dengan Qur’an Membangun Kepri” harus menjadi semangat kolektif mewujudkan Kepri yang maju sekaligus religius.
Para juara MTQ XII Kepri nantinya akan dipersiapkan menjadi duta daerah untuk berlaga di MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung 12 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
“Insya Allah para peserta terbaik akan mewakili Kepulauan Riau pada MTQ Nasional. Kita berdoa semoga mereka mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujar Ansar.
Gubernur juga berpesan kepada dewan hakim agar menjaga integritas dan memberikan penilaian secara objektif, adil, dan profesional. Ia berharap hasil MTQ kali ini melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta terbaik yang benar-benar berkualitas.
Sebelum pembukaan, panitia menggelar Malam Ta’aruf dan Pawai Ta’aruf yang diikuti seluruh kafilah. Bazar UMKM juga turut memeriahkan kawasan Alun-Alun Gurindam 12 selama ajang berlangsung.
Rangkaian acara lainnya mencakup city tour bagi peserta dan penutupan pada 9 Juli 2026. Nyanyang menyebut seluruh ikhtiar ini membuktikan bahwa tema “Dengan Qur’an Membangun Kepri” bukan slogan kosong.
“Semua ini adalah wujud nyata kecintaan masyarakat Kepulauan Riau kepada Kalamullah,” pungkasnya.