NATUNA — Dua personel Lanud Raden Sadjad resmi melepas tugas di Natuna, sementara anggota baru mulai bergabung memperkuat satuan. Kapten Sus Rusdianto dan Letda Sus Sugiyantoro mendapat mutasi setelah masa pengabdian di pangkalan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga itu. Keduanya menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi selama menjadi bagian dari The Frontliner RSA.
Dalam sambutannya, Danlanud RSA menegaskan bahwa mutasi merupakan dinamika organisasi yang wajar. “Mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan personel untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi.
Ia menambahkan, kehadiran personel baru diharapkan mampu memperkuat organisasi serta meningkatkan kinerja satuan dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara. Kepada anggota baru, Danlanud berpesan agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, menjaga disiplin, dan mengedepankan profesionalisme.
Prosesi pelepasan dan penyambutan digelar usai apel pagi dan dihadiri para Pejabat Utama, Perwira, Bintara, Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Lanud Raden Sadjad. Suasana berlangsung penuh keakraban dan penghormatan sebagai bentuk apresiasi kepada personel yang berpindah tugas sekaligus penyambutan bagi anggota baru.
Kepada Kapten Sus Rusdianto dan Letda Sus Sugiyantoro, Danlanud menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan loyalitas selama mengabdi di Natuna. Ia berharap pengalaman bertugas di pangkalan perbatasan ini menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan menjaga nama baik TNI AU di satuan yang baru.
Lanud Raden Sadjad merupakan salah satu pangkalan strategis TNI AU di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rotasi personel secara berkala menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan operasional dan memperkuat kualitas sumber daya manusia. Melalui pergantian ini, Lanud RSA menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertahanan udara nasional di kawasan perbatasan Kepulauan Riau.