BATAM — Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Batam tidak berhenti pada seremonial peresmian. Wakil Menteri KKP Didit Herdiawan Ashaf menegaskan bahwa setelah infrastruktur rampung, tim penyuluh, pendamping, dan pengawas akan tetap ditempatkan untuk memastikan program berjalan sesuai harapan.
"Setelah pembangunan tidak kami tinggalkan. Ada tim penyuluh, tim pendamping, dan tim pengawas agar kampung nelayan ini benar-benar berjalan dan menjadi bagian dari peningkatan pendapatan masyarakat nelayan," kata Didit di Batam, Selasa.
Batam menjadi salah satu daerah yang mendapatkan prioritas dengan tiga lokasi KNMP, yakni di Sekanak Raya, Pulau Kasu, dan Sembulang. Masing-masing lokasi dirancang tidak sekadar sebagai tempat bersandar kapal, melainkan pusat pemberdayaan ekonomi terpadu.
Di KNMP Sembulang, sejumlah fasilitas sudah mulai digunakan. Dermaga untuk kapal penangkap ikan, bengkel kapal, tempat penyimpanan ikan, hingga gerai dan sentra kuliner telah siap dimanfaatkan nelayan setempat.
Wamen Didit menjelaskan bahwa pengembangan KNMP akan diintegrasikan dengan program budidaya ikan tematik. Langkah ini bertujuan menciptakan rantai pasok yang saling terhubung antara kawasan pesisir dan daerah sekitarnya.
"Di sinilah nanti terjadi kerja sama antara kawasan pesisir dengan daerah lainnya sehingga terjadi peningkatan pendapatan bagi masyarakat," ujarnya.
Secara nasional, KKP menargetkan pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026. Didit menekankan bahwa target tersebut harus bisa menyentuh langsung kebutuhan nelayan, baik dari sisi peningkatan pendapatan maupun asupan protein bagi masyarakat sekitar.
"Target ini harus bisa dilaksanakan dan operasional, serta harus bisa menyentuh masyarakat nelayan. Di samping meningkatkan pendapatan, juga untuk meningkatkan asupan protein untuk masyarakat sekitar," tegasnya.
Keberadaan KNMP juga diharapkan memperkuat rantai pasok bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). KKP akan menggandeng Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) sebagai mitra distribusi hasil tangkapan dan budidaya nelayan.
Didit menitipkan pesan kepada masyarakat di sekitar KNMP Batam untuk merawat fasilitas yang telah dibangun. "Harapannya pendapatan nelayan yang tadinya mungkin sedikit bisa menjadi lebih meningkat," ucapnya.
Sebelum pembangunan, KKP melakukan asesmen ketat terhadap status lahan di setiap lokasi untuk memastikan prinsip clear, clean, and free terpenuhi sehingga program berjalan tanpa kendala hukum di kemudian hari.