Bencana di Sumatera, Brantas Abipraya Keruk Sungai dan Perkuat Tebing di 13 Wilayah

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 14:08:31 WIB
PT Brantas Abipraya melakukan pengerukan sungai di 13 wilayah terdampak bencana di Sumatera.

KEPULAUAN RIAU — Bencana alam yang melanda Sumatera Barat dan Sumatera Utara beberapa waktu lalu menyisakan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Kini, PT Brantas Abripaya (Persero) turun tangan untuk membangun kembali wilayah terdampak, bukan sekadar memperbaiki apa yang rusak, tetapi juga memperkuat infrastruktur agar lebih tahan terhadap bencana serupa.

BUMN konstruksi ini bekerja sama dengan Kementerian PU untuk menangani 10 wilayah di Sumatera Barat: Kabupaten Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, serta Kota Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, dan Padang. Sementara di Sumatera Utara, fokus utama berada di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal.

Normalisasi Sungai untuk Kurangi Risiko Banjir

Salah satu pekerjaan utama yang dilakukan adalah normalisasi alur sungai. Di Sumatera Barat, pengerukan sedimentasi dikerjakan di Batang Bayang, Batang Lengayang, dan Batang Palangai, Kabupaten Pesisir Selatan. Aktivitas serupa juga berlangsung di Batang Natal, Sumatera Utara.

"Kami memastikan setiap pekerjaan, mulai dari normalisasi alur sungai hingga perkuatan tebing, benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan," ujar Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana.

Pengerukan ini bertujuan mengembalikan kapasitas aliran sungai sehingga risiko banjir bisa ditekan. Dengan aliran yang lancar, debit air tinggi saat hujan deras tidak lagi meluap ke pemukiman warga.

Bukan Sekadar Perbaikan, tapi Ketahanan Infrastruktur

Menurut Dian, proyek ini merupakan wujud kehadiran negara melalui BUMN Karya dalam mendukung pemulihan masyarakat. Pihaknya berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.

Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan infrastruktur nasional. "Setiap pembangunan yang kami laksanakan dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini merupakan bagian dari komitmen Brantas Abipraya untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih siap menghadapi bencana," tambah Dian.

Kehadiran infrastruktur yang lebih kokoh diharapkan bisa mengembalikan rasa aman warga. Aktivitas ekonomi dan sosial pun perlahan pulih, seiring dengan membaiknya kondisi lingkungan di sekitar lokasi bencana.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top