Wamendagri Bima Arya Dukung Pembangunan Museum Bahasa di Pulau Penyengat, Target Rampung 2026

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 22:52:01 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mendukung pembangunan Museum Bahasa di Pulau Penyengat yang ditargetkan selesai tahun 2026.

TANJUNGPINANG — Pulau Penyengat, yang dikenal sebagai pusat sejarah kelahiran bahasa Indonesia, akan segera memiliki museum dan monumen bahasa. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap proyek yang digagas Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini.

Diferensiasi Wisata Kepri: Sejarah Bahasa Indonesia

Menurut Bima Arya, Kepri memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain, yaitu sejarah lahirnya bahasa Indonesia melalui pemikiran Raja Ali Haji. "Bicara bapaknya bahasa Indonesia, Raja Ali Haji. Beliau juga penulis Gurindam Dua Belas yang mengajarkan etika pergaulan," kata Bima saat berkunjung ke Batam, Rabu.

Ia menekankan bahwa karakter Pulau Penyengat berbeda dengan Batam yang merupakan pusat perdagangan dan Bintan yang dikenal dengan kawasan resor. "Keunggulannya terletak di nilai sejarah, budaya Melayu dan kerajaan yang sudah ada dari abad ke-19," ujarnya.

Monumen di Atas Lahan Dua Hektare

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjelaskan bahwa pihaknya tengah membangun Monumen Bahasa Nasional di atas lahan seluas sekitar dua hektare. Proyek ini menjadi bentuk komitmen melestarikan sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu di Kepri.

"Bahasa Melayu yang berkembang di Kepri inilah yang kemudian dipilih sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia karena sifatnya yang terbuka, mudah dipelajari, dan telah digunakan sebagai bahasa komunikasi antardaerah sejak ratusan tahun lalu," kata Ansar.

Skema Pembiayaan Non-APBD dan Target Groundbreaking Agustus 2025

Pembangunan museum dan monumen ini akan dibiayai melalui skema pembiayaan non-APBD, yaitu pinjaman dengan bank daerah. Groundbreaking atau peletakan batu pertama dijadwalkan pada Agustus 2025, dan pembangunan direncanakan rampung tahun depan.

Bima Arya mengingatkan agar pembangunan kawasan tersebut dibarengi dengan penataan ruang yang baik. "Kami Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian ATR/BPN akan mendukung agar penataan ruangnya berjalan baik sehingga tidak muncul konflik lahan maupun persoalan pertanahan lainnya," katanya.

Museum Bahasa sebagai Magnet Baru Wisata Edukasi

Pemerintah berharap museum dan monumen ini tidak hanya menjadi tempat pembelajaran sejarah bagi generasi muda, tetapi juga memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah utama di Kepri. Dengan nilai historis yang kuat, Pulau Penyengat diyakini mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top