Wamendagri Bima Arya Dorong Tata Ruang Terkendali di Kepri, 4 Tantangan Jadi Perhatian

Penulis: Faisal Hasbi  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 23:01:31 WIB
Wamendagri Bima Arya menekankan pentingnya tata ruang terkendali untuk pembangunan berkelanjutan di Kepri.

BATAM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penataan ruang yang terencana menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Kepulauan Riau (Kepri). Ia menyebut, dengan pengelolaan yang terkoordinasi, pembangunan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

"Tentu tata ruangnya harus kita pastikan bisa terkendali, dan kita garap bersama-sama menjadi sumber pendapatan daerah," ujar Bima dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Graha Kepri, Batam, Rabu (8/7).

Empat Tantangan yang Harus Dicermati Pemda

Bima merinci, terdapat empat tantangan utama yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah di Kepri. Pertama, degradasi lingkungan. Kedua, kerentanan terhadap bencana. Ketiga, konflik tata ruang. Keempat, tingginya arus masuk penduduk, khususnya di Batam.

Karena itu, Kemendagri bersama Komisi II DPR RI akan memastikan seluruh regulasi daerah, termasuk Perda terkait APBD, selaras dengan potensi dan tantangan yang dimiliki Kepri. "Regulasi-regulasi ada, kami pastikan juga sinkron," tegas Bima.

Potensi Ekonomi hingga Wisata Sejarah

Meski sebagian besar wilayah Kepri adalah perairan dan daratannya terbatas, Bima menilai daerah ini memiliki potensi besar di berbagai sektor. Mulai dari manufaktur, perdagangan, kemaritiman, sumber daya alam, hingga pariwisata berbasis sejarah.

Salah satu potensi yang disorot adalah nilai historis dan budaya Kepri, khususnya Pulau Penyengat. Pulau ini merupakan pusat kebudayaan Melayu dan tempat lahirnya Raja Ali Haji, tokoh penyusun pedoman bahasa Indonesia serta penulis Gurindam Dua Belas.

Bima mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi Kepri membangun museum bahasa di Pulau Penyengat. "Daerah ini itu pusat pemerintahan Kerajaan Riau sejak tahun 1800. Jadi pusat kebudayaan Melayu, ada Raja Ali Haji, dan sebagainya," ungkapnya.

Sport Tourism di Batam Dinilai Potensial

Di samping wisata sejarah, Bima juga mendorong pengembangan sektor sport tourism di Kepri. Menurutnya, Batam dan daerah sekitarnya berpotensi menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional maupun internasional yang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan asli daerah (PAD).

"Saya yakin, ini kalau Batam, Kepri, ini sport tourism, ada triathlon, nanti ada bintang maraton. Ini akan luar biasa," tandas Bima.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kepri.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top